Home » Berita » Headline » Diduga Pengadaan Kapal Floating dok Melanggar Aturan, Mantan Dirut DPS Jadi Tersangka Korupsi

Diduga Pengadaan Kapal Floating dok Melanggar Aturan, Mantan Dirut DPS Jadi Tersangka Korupsi

SURABAYA, dobraknews – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur melakukan penahanan terhadap Riry Syeried Jetta (50), mantan dirut PT dok dan Perkapalan Surabaya (DPS) Rabu (15/5/2019).Tersangka Riry ditahan di Rutan Kelas 1 Surabaya Cabang Kejati Jatim selama 20 hari ke depan.

Didik Farkhan Alysahndi menyatakan Riry, Mantan Dirut PT DPS 2014-2016 disangka turut melakukan korupsi bersama tersangka Antonius Aris Saputra (berkas terpisah) selaku dirut A&C Trading Network (ACTN) yang berkedudukan di Singapura.

Dalam pengadaan floating dok 8.500 TLC pada tahun 2015 itu PT. DPS telah mengeluarkan uang USD 4.500.000 atau senilai Rp 63 Milyar namun kapal yang dipesan itu tidak pernah diterima sampai sekarang.

Diduga proses pengadaan kapal floating dok telah melanggar beberapa peraturan tentang pengadaan barang dan jasa. Termasuk Peraturan Menteri Perdagangan No. 75 tahun 2013 yang mengatur ketentuan impor Barang Modal bukan baru.

Kesalaham/kelalaian  Riry,  disebutkan tidak melibatkan tim pengadaan yang telah dibentuk. Tim pengadaan yang dibentuk untuk mengelabui seolah-olah pengadaan dilaksanakan sesuai ketentuan, banyak dokumen yang dibuat tanggal mundur(backdate).

Pengadaan kapal yang telah dilakukan ditengarai tidak sesuai dengan ketentuan karena kapal yang dibeli sudah berusia 43 tahun.

“Lagi pula kapal yang dipesan itu adalah kapal ex Rusia yang dibuat tahun 1973. Jadi usianya sudah 43 tahun lebih. Padahal sesuai peraturan menteri perdagangan No 75 tahun 2013 pengadaan barang bekas maksimal usia 20 tahun,”kata Didik Farkhan. (br/do/tin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*