Home » Berita » Headline » Kanwil Kemenag Jatim Gandeng BNNP Untuk Sanksi Calon Pengantin Terindikasi Narkoba

Kanwil Kemenag Jatim Gandeng BNNP Untuk Sanksi Calon Pengantin Terindikasi Narkoba

SURABAYA, dobraknews – Kantor wilayah (kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jatim bakal memberlakukan regulasi tersebut mulai Agustus. Syarat tes narkoba bagi calon pengantin baru disahkan kemarin (12/7/2019). Program itu dilakukan Kanwil Kemenag Jatim menggandeng badan narkotika nasional provinsi (BNNP) sebelum menerapkan aturan itu. ”Paling lambat awal Agustus akan diterapkan di 38 KUA (kantor urusan agama) di Jawa Timur, termasuk Surabaya,” ujar Plt Kepala Kanwil Kemenag Jatim Moch. Amin Mahfud kepada media, Jumat (12/7/2018).

Amin, mengatakan syarat tersebut tidak menjadi penghalang para pasangan untuk melangsungkan pernikahan. Aturan itu diterapkan sebagai bentuk deteksi dini agar para calon pengantin yang positif narkoba bisa segera mendapatkan penanganan.

Prosedurnya, para calon pengantin yang terindikasi positif mengonsumsi narkoba akan diserahkan ke BNNP Jatim. Mereka akan diikutkan program rehabilitasi sebelum melangsungkan pernikahan. ”Tapi, prosesi pernikahan tetap bisa lanjut,” jelasnya.

“Hasil tes narkoba akan dimasukkan salah satu syarat administrasi pernikahan. Para calon pengantin bisa melakukan tes narkoba di BNN kota/kabupaten atau BNNP Jatim secara cuma-cuma. Nanti setelah keluar hasilnya, itu harus dilampirkan dan sifatnya wajib ada,” tutur Amin.

Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Bambang Priyambadha menyatakan, program tersebut memang tergolong baru. Saat ini baru Jawa Timur yang menerapkannya. ”Harapannya bisa diterapkan di semua daerah,” tuturnya.

Kata Bambang, hampir setiap hari ada saja pecandu maupun pengedar narkoba yang ditangkap. Khusus untuk pecandu, rata-rata masih berusia remaja. ”Usia produktif seperti itu jangan sampai dikotori dengan narkoba,” tefasnya.

Menurut Bambang, narkotika tidak hanya mengakibatkan ketergantungan. Zat adiktif di dalamnya juga bisa merusak kesehatan. Baik secara fisik maupun pikiran. Pengguna narkoba yang sudah kecanduan berat sulit diajak berpikir jernih.

Kemenag Jatim menerapkan aturan baru tersebut, merupakan langkah yang sangat baik. Dengan demikian, para pecandu yang akan melangsungkan pernikahan bisa mendapatkan rehabilitasi yang tepat. ”Jadi, nanti bisa menghasilkan generasi yang berkualitas,” anjurnya.

Mantan Wakapolda Sulawesi Tenggara itu mengaku, selama ini edukasi terkait bahaya narkoba bagi calon orang tua memang diperlukan. Nah, dengan adanya aturan tersebut, para calon orang tua bisa mendapat pemahaman lebih luas mengenai narkoba beserta dampaknya yang bisa langsung dirasakan.

Sementara, persyaratan tes narkoba bagi calon pengatin membantu aparat dari BNN maupun kepolisian untuk menyelidiki mereka yang terindikasi positif. Minimal, petugas bisa menggali asal barang haram yang dikonsumsi untuk membongkar peredarannya.

”Sebab sejatinya pecandu hanyalah korban. Yang diburu adalah pengedarnya,” terangnya.(do)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*