Home » Berita » Headline » Ekbis & Pelabuhan » Kody Lamahayu Ketua DPC Organda Minta Pelindo III Bebaskan Pas Angkutan Pelabuhan

Kody Lamahayu Ketua DPC Organda Minta Pelindo III Bebaskan Pas Angkutan Pelabuhan

SURABAYA , dobraknews – Dewan Pengurus Cabang Organisasi Angkutan Darat (DPC Organda) Khusus Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, gerah dengan beban biaya masuk pelabuhan/pas. Organisasi pimpinan Kody Lamahayu ini menganggap, angkutan darat, khususnya yang menaikkan dan menurunkan barang di terminal pelabuhan merupakan bagian tak terpisahkan dalam sistem transportasi di pelabuhan.
“Secara resmi, kami aminta Pelindo III membebaskan pas. Jadi, kami minta angkutan darat dibebaskan dari pas atau biaya masuk pelabuhan, tandas Kody Lamahayu Fredy, Ketua Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Perak, Kamis (1/8/2019)”.
Pelabuhan saat ini sudah berbeda dengan pelabuhan dulu.  Jika dulu angkutan darat, truk, dump truk, trailer dan sejenisnya, yang masuk kepelabuhan parkir dulu baruemuat. Kalau angkutan darat yang masuk pelabuhan masa sekarang adalah berkegiatan untuk mengangkut barang bongkar muat. “Jadi, nggak ada alasan harus bayar pas,” tandas Kody.
Akibat dari beban PAS,  yang harus dibayar anggota Organda Tanjung Perak tidak tanggung-tanggung. Dalam setahun saja, ongkos pas yang haru dikeluarkan bisa mencapai Rp 12 miliar. “Dengan rincian, dalam sebulan kami harus membayar pas Rp 1 miliar. Ini (biaya, red) nggak kecil. Ini dana besar,” cetus Kody dikonfirmasi.
Dari besaran biaya pas tersebut, lanjut Kody, terinci untuk biaya pas dump truck dan tronton sebesar Rp 175.500/unit/bulan. Sedangkan, truk trailer wajib membayar pas dengan bilangan Rp 195.000/unit/bulan. “Ini sangat membebani biaya produksi dan melemahkan daya saing produk nasional,” tegasnya.
Kody yang sudah malang melintang bekerja di pelabuhan mengungkapkan bahwa sejarah pembuatan/pemberlakuan pas dulu difungsikan untuk perbaikan jalan di pelabuhan.  Tetapi kini Pelindo III sudah menerapkan Pas bagian dari bisnis. “Jadi kami minta dihapus sama halnya dengan pelabuhan Teluk Lamong tidak berbayar.  Demikian juga dengan Pelabuham I Medan tidak berbayar,  Perak juga harus dibebaskan,” urai Kody dengan tegas.( Martin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*