Home » Berita » Headline » Diskrimsus Polda Jatim Menangkap Lima pengusaha Merkuri

Diskrimsus Polda Jatim Menangkap Lima pengusaha Merkuri

SURABAYA,  dobraknews – Subdit IV Tipidter Diskrimsus Polda Jatim menangkap 5 (Lima) orang pengusaha dengab barang bukti (BB)  Merkuri sejumlah 414.2 Kilogram.

Keterangan pers Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, bahwa dari penyelidikan tersebut petugas berhasil menangkap lima pelaku yaitu Agung Widjaja (41), warga Surabaya, Ali Bandi (49), warga Waralohi, Ahmad Hidayat alias AMH (35), warga Sidoarjo, Agung S (50), warga Hulu Sungai Selatan dan M Rafiq (35), warga Banjarmasin.

“Kasus ini bisa terbongkar berkat adanya laporan Ciber Patrol yang mana sebuah rumah di daerah Sidoarjo dijadikan produksi pengelolaan dan pemurnian batu Cinabar menjadi Merkuri, selanjutnya petugas bergerak cepat untuk menyelidiki laporan tersebut,” Tandasnya, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan memaparkan tersangka Agung W menjual dengan cara ditawarkan melalui media sosial, yaitu Website indonetwork.co.id dengan nama akun UD Joyo Jaya dan UD Tansah Rahayu, dalam kegiatan terlarang tersebut Agung W mendapatkan Mercury dari pedagang lain yaitu tersangka Ali Bandi yang didatangkan langsung dari pulau Seram.

“Dalam proses bahan berbahaya dan beracun jenis merkuri ini tersangka Ali Bandi tidak sendirian melainkan ada nama Ahmad Hidayat alis AMH yang bertugas menyiapkan tempat pengolahan, selain Agung W, tersangka Ali Bandi juga menjual kepada seorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu tersangka Agung S dan M Rafiq,”Katanya.

Dari penangkapan pelaku, ada barang bukti terkumpul 16 botol Mercury tanpa label dengan berat 1 Kg, 104 botol isi Mercury berlabel Gold dengan berat 1 Kg, 1 tong Sianida dengan berat 45 Kg, 4 karung isi nikel berat 57.Kg, 8 buah tutup botol kemasan Mercury, 1 timbangan digital, 1 bendel resi pengiran, 1 buku rekening BCA dan 3 jurigen kapasitas 5 liter berisi Mercury berat masing-masing 36,9 Kg, 29,5 Kg dan 35,1Kg.

“Kita amankan juga 10 unit HP para tersangka, Buku ATM berbagai Bank, Ratusan Botol isi Mercury dengan Merek Gold, 1 Bandel Stiker Label bertulis Mercury HG Spesial For Gold, 1 timbangan digital dan dapur, 1 tong Sianida, 40 tabung besi beserta kunci pipa,” Jelasnya.

 “Kepada pelaku Pasal yang disangkakan oleh para pelaku yaitu telah melanggar Undang-undang RI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Baru Pasal 161 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara,” Pungkasnya. (do)

dengab barang bukti (BB)  Merkuri sejumlah 414.2 Kilogram.

Keterangan pers Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, bahwa dari penyelidikan tersebut petugas berhasil menangkap lima pelaku yaitu Agung Widjaja (41), warga Surabaya, Ali Bandi (49), warga Waralohi, Ahmad Hidayat alias AMH (35), warga Sidoarjo, Agung S (50), warga Hulu Sungai Selatan dan M Rafiq (35), warga Banjarmasin.

“Kasus ini bisa terbongkar berkat adanya laporan Ciber Patrol yang mana sebuah rumah di daerah Sidoarjo dijadikan produksi pengelolaan dan pemurnian batu Cinabar menjadi Merkuri, selanjutnya petugas bergerak cepat untuk menyelidiki laporan tersebut,” Tandasnya, Selasa (13/8/2019).

Lebih lanjut Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan memaparkan tersangka Agung W menjual dengan cara ditawarkan melalui media sosial, yaitu Website indonetwork.co.id dengan nama akun UD Joyo Jaya dan UD Tansah Rahayu, dalam kegiatan terlarang tersebut Agung W mendapatkan Mercury dari pedagang lain yaitu tersangka Ali Bandi yang didatangkan langsung dari pulau Seram.

“Dalam proses bahan berbahaya dan beracun jenis merkuri ini tersangka Ali Bandi tidak sendirian melainkan ada nama Ahmad Hidayat alis AMH yang bertugas menyiapkan tempat pengolahan, selain Agung W, tersangka Ali Bandi juga menjual kepada seorang pembeli yang berasal dari Kalimantan yaitu tersangka Agung S dan M Rafiq,”Katanya.

Dari penangkapan pelaku, ada barang bukti terkumpul 16 botol Mercury tanpa label dengan berat 1 Kg, 104 botol isi Mercury berlabel Gold dengan berat 1 Kg, 1 tong Sianida dengan berat 45 Kg, 4 karung isi nikel berat 57.Kg, 8 buah tutup botol kemasan Mercury, 1 timbangan digital, 1 bendel resi pengiran, 1 buku rekening BCA dan 3 jurigen kapasitas 5 liter berisi Mercury berat masing-masing 36,9 Kg, 29,5 Kg dan 35,1Kg.

“Kita amankan juga 10 unit HP para tersangka, Buku ATM berbagai Bank, Ratusan Botol isi Mercury dengan Merek Gold, 1 Bandel Stiker Label bertulis Mercury HG Spesial For Gold, 1 timbangan digital dan dapur, 1 tong Sianida, 40 tabung besi beserta kunci pipa,” Jelasnya.

 “Kepada pelaku Pasal yang disangkakan oleh para pelaku yaitu telah melanggar Undang-undang RI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Baru Pasal 161 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara,” Pungkasnya. (do)
Share this...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*