Home » Berita » Headline » Tim Polda Jatim Gledah Rumah Penyerang Polsek Wonokromo

Tim Polda Jatim Gledah Rumah Penyerang Polsek Wonokromo

SURABAYA,  dobraknews – Sehari setelah peristiwa penyerangan anggota Polsek Wonokromo di kantor Polsek Joyoboyo Surabaya,  ada perkembangan baru.  Hasil penggeledahan di tempat tinggal pelaku Imam Mustofa (31) penyerangan Polsek Wonokromo di Tim gabungan terdiri dari Densus 88, Jatanras Polrestabes Surabaya dan Brimob Polda Jatim mengamankan istri pelaku, bernama Fatimah, Sabtu (17/8/19) sekitar pukul 19.30 WIB.

Penyerangan membabi buta dengan menggunakan celurit, yang dilakukan kepada anggota Polsek Wonokromo Surabaya, kini terus didalami oleh Densus 88 beserta tim gabungan Jatanras dari Polrestabes Surabaya dan Brimob Polda Jatim.

Dari hasil pengungkapan identitas pelaku adalah Imam Mustofa Alias Ali (31) warga yang tinggal di sebuah rumah kos yang berlokasi Jalan Sidosermo IV gang I no. 10, Kecamatan Wonocolo, Kota Surabaya, ini memiliki istri dan anak, dan kesehariannya berjualan sempol.

Sekitar pukul 19.30 WIB petugas juga mengamankan istri dari Ali yang diketahui bernama Fatimah beserta 3 anaknya dibawa anggota, dijemput menggunakan mobil untuk dimintai keterangan, selain istrinya petugas juga menggeledah isi kos tersebut.

Hal itu disampaikan Ainul Arif (43) selaku pengurus kampung yang menjabat ketua RT 03 RW 02 Kelurahan Sidosermo Kecamatan Wonocolo, Tadi saya disuruh mengawal polisi, menjadi saksi penggeledahan di kamar kos tadi,” ujarnya.

Hampir kurang lebih lima tahun Ali bertempat tinggal dikos tersebut, dan akhir-akhir ini dua tahun terakhir dikenal tertutup dengan tetangga. Bahkan akhir-akhir ini pelaku Mustofa terlihat makin keras tentang pemahaman keagamaannya.

“Tinggalnya sudah lima tahun. Sempat saya nasehati tapi saya dilawan. Kalau di sini pendiam. Memang dua tahun terakhir berubah total. Terlihat lebih radikal, Bahkan istrinya sekarang sudah pakai cadar,” ujar waktu ditemui awak media.

Menurutnya bahwa pelaku yang dikenal dengan panggilan Ali itu kesehariannya sebagai penjual jajanan, yang biasanya diantarkan ke warung-warung ini jarang mengikuti kegiatan kampung.

“Kesehariannya nyiapin sempol dan makaroni sama mengirim-ngirim menggunakan motor bebek. Diacara tirakatan malam 17 Agustus tadi malam enggak hadir. Emang kos-kosan ya jarang hadir,” paparnya.

Perlu diketahui, Imam Mustofa merupakan terduga pelaku pembacokan di Mapolsek Wonokromo. Sebelum melakukan aksinya, ia berpura-pura membuat laporan ke Mapolsek Wonokromo.

Kemudian secara tiba-tiba, Imam mengeluarkan senjata tajam dan membacok dua anggota Mapolsek yang berjaga dengan senjata tajam, pada pukul 17.00 WIB. Bbarang bawaan pelaku, polisi menemukan sebilah pisau penghabisan, satu celurit, satu ketapel dengan amunisi kelereng, satu senjata api gas gun hitam, satu kaos warna hijau dan juga satu lembar setengah kertas berlogo ISIS .(mem/do)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*