Home » Berita » Headline » Hukrim » Terbukti Memalsukan SKSHHKO, Bos Kayan Tanjung di Vonis 1, 6 Tahun Penjara

Terbukti Memalsukan SKSHHKO, Bos Kayan Tanjung di Vonis 1, 6 Tahun Penjara

SURABAYA,  dobraknews – Vincensius Gabriel Buce Rahayaan atau Buce, adalah merupakan Direktur PT Kayan Tanjung hanya divonis 1 tahun 6 bulan penjara di Pengadilan Negeri Surabaya,  Jumat (20/9/2019).

Amar putusannya, majelis hakim diketuai Johanes menyatakan terdakwa Vincensius Gabriel Buce Rahayaan atau Buce, tidak terbukti melakukan pembalakan liar atau ilegal logging, Tetapi terbukti memalsukan dokumen kayu SKSHHKO. Perbuatan Direktur PT Kayan Jaya Tanjung ini jelas melanggar pasal 83 ayat 1 juncto pasal 14 UU RI nomor 18 tahun 2013 tentang pemalsuan dokumen.

Atas pertimbangan tersebut, hakim Ketua Johanes akhirnya menjatuhkan putusan 1 tahun 6 bulan penjara, dan denda Rp 500 juta subsider 1 bulan penjara. Vonis hakim ini jauh lebih ringan dari tuntutan Kejaksaan Agung melalui jaksa Kejari Tanjung Perak yang menuntut 6 tahun penjara penjara , dan denda Rp 1 miliar rupiah.

Kasus pada 22 Februari 2019 lalu saat tim dari Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan memperoleh informasi adanya pengiriman kayu dari Maluku dengan tujuan menggunakan kontainer lewat jalur laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang sibawa ke Gudang Gredik dam Margomulyo. Tempat penyimpanan dan pengolahan kayu milik CV Cahaya Mulia di kawasan Kebomas Gresik, dan di lokasi industri pengolahan kayu PT Kayan Jaya Tanjung di kawasan Margomulyo.

JPU dikonfirmasi tentang rendahnya putusan hakim. “Dengan adanya putusan tidak sesuai dengan tuntutan 6 tahun dan denda 1 miliar, mungkin penilaian hakim berbeda. Sehingga lebih mengarah terhadap pemalsuan SKSHHKO”, terang jaksa tersebut. (dd/mtin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*