Home » Berita » Headline » Daerah » DPRD Kesal, Mutu Air PDAM Keruh

DPRD Kesal, Mutu Air PDAM Keruh

GRESIK,  dobraknews-  Mutu air PDAM keruh dan berlumpur selalu dikeluhkan oleh pelanggan. Namun hal itu terlihat tidak pernah diperbaiki oleh pihak PDAM untuk meningkatkan mutu. Sementara untuk rekening air juga sering dikeluhkan besaran biaya dan termasuk biaya tambahan yang dikenakan kepada pelanggan setiap rekening pembanyaran ada tambahan Rp 2.500 /pelanggan.

Komisi II DPRD Gresik, menyoal dan meminta agar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Gresik tidak menambah pelanggan baru.

Banyaknya keluhan dari masyarakat, mulai air keruh hingga aliran mati. Air mati tidak dalam hitungan jam. Melainkan berhari-hari. Kalangan dewan melakukan sidak ke tempat pengolahan air itu di Jalan Raya Legundi.

Wakil Ketua Komisi II Muhammad Syahrul Munir menjelaskan, banyak laporan yang masuk dari masyarakat terkait pelayanan PDAM.

“Kalau belum bisa memberikan pelayanan maksimal jangan tambah pelanggan baru dulu,” ujar Syahrul, Kamis (30/1/2020).

“Jangan sampai para pelanggan yang sudah bertahun-tahun masih dihantui kecemasan kualitas air PDAM yang sudah dibayar setiap bulan. Harus dibenahi dulu sebelum melangkah. Bagaimana mau zero complain kalau belum maksimal sama pelanggan lama malah menambah pelanggan baru,” paparnya.

Keluhan warga yang selalu masuk di ponsel dan disampaikan langsung kepadanya adalah ‘Bayar tepat waktu airnya telat. Giliran bayar telat didenda’. Menurut, politisi termuda ini juga melihat di media sosial air PDAM keruh.

“Masak air ke pelanggan tidak ada bedanya sama air sungai,” tegasnya. Pihaknya meminta data pelanggan per kecamatan, perumahan, perusahaan.

“Pelanggan yang mengeluh bukan hanya dirasakan masyarakat di wilayah Gresik Kota saja, Kecamatan Manyar hingga Kecamatan Duduksampeyan,” pungkasnya. (do)

 

 

 

sumber:surya.

Share this...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*