Home » Berita » Headline » PSBB Tahap Tiga Libatkan Masyarakat Bawah

PSBB Tahap Tiga Libatkan Masyarakat Bawah

SURABAYA, DOBRAKNEWS- PSBB periode ke II sudah selesai. Tetapi tebaran covid 19 di wilayah Jawa Timur tersiar dengan angka lebih besar dari segala provinsi yang ada di Indonesia. Lantas apa yang harus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jatim? .

Sekda Prov Jatim, Heru Tjahjono secara resmi telah mengumumkan pemberlakuan PSBB Tahap 3 di Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik). Hal ini disampaikan Heru kepada wartawan di Gedung Negara Grahadi, Senin, (25/5/2020).

“Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo memutuskan untuk melanjutkan PSBB Surabaya Raya tahap ketiga,” ujar Heru.

Dia menjelaskan, sesuai arahan Gubernur Jawa Timur(Jatim) Khofifah Indar Parawansa dan Surat Keputusan (SK) Gubernur Jawa Timur nomor 188258/kpps/0132020/ tentang perpanjangan kedua pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan virus Corona di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik.

Bunyi SK tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memperhatikan hal-hal hasil koordinasi beberapa waktu dan saat lalu, dengan Forkopimda masing-masing kota dan di dua kabupaten, tersebut.

“Akhirnya memutuskan sesuai hasil rapat evaluasi pelaksanaan psbb dalam penanganan COVID-19 di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, pada tanggal 23 Mei 2020, yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Surabaya, Plt Bupati Sidoarjo dan Bupati Gresik beserta forkopimda masing-masing yang menyepakati dilakukan perpanjangan pemberlakuan PSBB di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik,” Papar Heru.

“Memutuskan, perpanjangan kedua pemberlakuan PSBB dalam penanganan COVID-19 di wilayah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik selama 14 hari, terhitung mulai tanggal 26 Mei sampai dengan 8 Juni 2020, dan dapat diperpanjang kembali,” lanjut Heru.

Kedua, menunjuk Wali Kota Surabaya, Plt Kabupaten Sidoarjo dan Bupati Gresik sebagai Penanggungjawab Operasional Pelaksanaan Perpanjangan PSBB di wilayah masing-masing, seperti yang dimaksud dalam diktum kesatu. Selanjutnya, sesuai dengan kewenangannya untuk mengerahkan sumber daya manusia, peralatan dan logistik sesuai dengan kebutuhan di wilayahnya.

“Ketiga, Wali Kota Surabaya, Plt Bupati Sidoarjo dan Bupati Gresik sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua harus melibatkan berbagai unsur masyarakat dan lebih ketat dalam pelaksanaan protokol kesehatan di berbagai kegiatan,” lanjut Heru.

Keempat, dalam hal sumber daya manusia, peralatan dan logistik di Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua, tidak tersedia atau tidak memadai, pemerintah Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Gresik, dapat meminta bantuan kepada pemerintah kabupaten kota lain yang terdekat atau Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur atau instansi lain.

“Kelima, membebankan biaya pelaksanaan penanggulangan COVID-19 serta pengerahan dan mobilitasi sumber daya manusia, peralatan dan logistik, dari yang memberikan bantuan sebagaimana dimaksud dalam diktum kedua dan diktum keempat pada anggaran belanja daerah kabupaten kota masing-masing,” ujarnya.

“Keenam, keputusan gubernur ini mulai berlaku pada tanggal yang ditetapkan,” ucap Heru.

Selain itu, beberapa pertimbangan memperpanjang PSBB Surabaya Raya pun dipaparkan oleh masing-masing perwakilan tiga daerah. Yakni Sekda Sidoarjo Achmad Zaini, Sekda Gresik Nadlif dan Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto.

Zaini menjelaskan dalam rapat evaluasi diketahui bahwa tren penyebaran kasus corona di Sidoarjo, masih cukup tinggi, per hari ini angka positifnya mencapai 533 kasus di Sidoarjo.

“Saat ini konfirmasi 533 [kasus positif], karena hari ini saja Sidoarjo tambah 30,” terang Zaini.

Berdasarkan hal itu maka pihaknya pun bersepakat dengan Pemkot Surabaya dan Pemkab Gresik untuk melanjutkan PSBB hingga tahap yang ketiga.

“Hasil evaluasi kemarin, kami sepakat dengan Gresik dan Surabaya PSBB jilid ketiga”, tambahnya.

Kata dia, pihaknya juga menambahkan sejumlah poin dalam Perbup Sidoarjo pada PSBB tahap ketiga.

Terdapat penambahan dalam Perbup ini, misalnya pemberdayaan penanganan Covid-19 di tingkat RT/RW. Kemudian mewujudkan program Kampung Tangguh.

“Jilid ketiga kami fokus pemberdayaan desa. Penanganan lebih difilter oleh RT/RW dan relawan. Pembiayaan dicover masing-masing dana desa. Sekaligus menumbuhkan gotong royong,” ucapnya.

Pemkab Gresik kata Nadlif, sepakat melanjutkan pemberlakuan PSBB Surabaya Raya dikarenakan angka kasus positif masih cukup tinggi. Per hari ini (25/5), ada tambahan enam positif COVID-19. Sehingga jumlah total menjadi 132 kasus.

“Penambahan lumayan banyak, hasil rapat kemarin kami sepakat tetap melanjutkan PSBB tahap ketiga,” ucap Nadlif.

Pada PSBB tahap ketiga ini pihaknya mengangkat tema penegakan protokol kesehatan.

Nantinya dalam pelaksanaan masih tetap membatasi pergerakan masyarakat terutama di tingkat desa dan kecamatan.

Pembatasan mobilitas manusia di kawasan perbatasan Gresik-Surabaya, Gresik-Lamongan dan Gresik-Mojokerto juga bakal diberlakukan. (tin/do)

Share this...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*