Disnav Surabaya Lakukan Perawatan Sarana Bantu, Libatkan Masyarakat Sekitar

oleh -83 views

SURABAYA, Dobraknews.com – Distrik Navigasi(Disnav) Kelas I Surabaya kembali melakukan program padat karya secara serentak di 6 lokasi selama 2 hari pada tanggal 16-17 November 2021 dengan melibatkan sekitar 110 orang masyarakat sekitar

Kegiatan itu, sebagai kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada bulan September lalu di sekitar lingkungan Stasiun Radio Pantai (SROP) Gresik Jawa Timur.
 
Imam Hambali, selaku Kepala Distrik Navigasi Kelas I Surabaya mengatakan, bahwa Kementerian Perhubungan(Kemenhub) secara umum melihat dampak dari pandemi itu luas sekali, sehingga unit pelaksana tugas (UPT) yang ada seperti di Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) masih tetap menyelenggarakan padat karya yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitarnya.

Imam mengaku, khususnya Disnav perlu andil meringankan beban masyarakat melalui kegiatan padat karya non skill, dimana kegiatan semacam ini sangat penting dilaksanakan karena dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
 
“Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk mengurangi pengangguran, membantu masyarakat miskin, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong dan partisipasi masyarakat, sehingga proses pemulihan ekonomi bisa lebih cepat,” katanya mengulang pernyataan yang sama sebelumnya, mengutip sigap88.com Selasa (17/11/1021)

Selain kegiatan padat karya itu dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar lingkungan Instalasi Menara Suar (Mensu) dan Stasiun Radio Pantai (SROP) di lingkungan Distrik Navigasi Kelas I Surabaya.

Imam menambahkan, tujuan lain dari kegiatan tersebut juga ingin memberi pengetahuan kepada mereka terkait keberadaan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) yang mempunyai peranan penting sehingga harus terjaga betul keberadaannya.
 
“Kami sekaligus mengedukasi keberadaan peralatan navigasi yang harus kita jaga bersama dalam menjaga keberlangsungan  keselamatan pelayaran alur pelayaran Jawa khususnya  jawa timur,” terang Imam.
 
Menurutnya, kegiatan semacam ini sangat relevan diselenggarakan khususnya di masa pandemi dimana sangat berdampak disemua sektor yang mampu merenggut tatanan perekonomian hingga berjatuhan korban tak sedikit masyarakat harus menjadi pengangguran akibat terkena PHK di lingkungan kerjanya.
 
“Pelaksanaan padat karya dilakukan di lingkungan lima menara suar, dan satu instalasi radio pantai,” imbuhnya.
 
Sedang, data-data peserta selama padat karya berlangsung di 6 titik berjumlah sekitar 110 orang, yaitu:
1.      Mensu Tanjung Awar-awar Tuban 15 orang pekerja;
2.      Mensu Batu Putih Sumenep 20 orang peserta;
3.      Mensu Tanjung Sumenep 20 orang pekerja;
4.      Mensu Sembilagan Bangkalan 20 orang peserta;
5.      Mensu Bawean 25 orang peserta, dan
6.      Instalasi Stasiun Radio Pantai (SROP) Kalianget Sumenep Kalianget 10 orang peserta

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE