DPO Kasus Korupsi PT Dok Perkapalan Surabaya Ditangkap Tim Tabur Kejari Tanjung Perak

244

SURABAYA, DOBRAKNEWS.COM – Pelarian Yani Uti Puspita, terpidana kasus korupsi Pengadaan barang dan Jasa di PT. DPS (Dok dan Perkapalan Surabaya) Tahun 2009, berakhir sudah setelah tim tangkap buronan (Tabur)Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Surabaya-Jawa Timur, menangkapnya.

Kasi Pidsus Kejari Tanjung Perak, M. Ali Rizza mengungkapkan pihaknya melakukan penangkapan terhadap Yani Uti berdasarkan Putusan MA No 1784K/Pidsus/2013 tanggal 21 April 2014. Dimana dalam putusan, terpidana Yani Uti dinyatakan bersalah dan divonis penjara selama 5 Tahun dan denda Rp.200.000,000, Subsider 6 bulan serta uang Pengganti sebesar Rp. 2.278.031.934,74.

Lebih lanjut, kata Ali, jaksa sempat kesulitan melakukan pencarian terhadap DPO Yani. Untuk mengelabui keberadaannya, terpidana kerap berpindah-pindah tempat.

“Terpidana ini cukup lihai untuk mengelabui keberadaannya. Ia tidak lagi tinggal atau berdomisili di rumahnya. Ia memilih tinggal di kos-kosan,” ungkapnya. melansir laman sigap88.com

Namun, lokasi tempatnya kemudian terendus oleh Tim Tabur Kejari Tanjung Perak Surabaya. Tak ingin lepas, Tim Tabur kemudian mengintai dan menangkapnya hari ini di Jalan Banyu Urip Kidul.

“Pencarian DPO sempat menyulitkan jaksa karena terpidana berpindah-pindah dari tempat tinggal asal dan tidak lagi berdomisili di rumahnya dan memilih tinggal di kos-kosan,” tuturnya.

“Setelah melakukan pengintaian akhirnya tim berhasil mengetahui posisi terpidana di kos jalan Banyu Urip Kidul dan ditangkap pada pukul 14.00 WIB tadi siang,” imbuh Ali.

“Penangkapan disaksikan langsung oleh Ketua RT 5 RW 03 Banyu urip Kecamatan Sawahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Dan Terpidana sangat koopratif,” ucap Ali.

“Terpidana selanjutnya langsung di bawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk dilakukan Tes Kesehatan selanjutnya dititipkan sementara di Rutan Kejati Jawa Timur,” pungkasnya

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE