Connect with us

Hukrim

Edarkan Sabu, Warga Gresik Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Surabaya

Sopir Truk Edarkan Narkoba

Published

on

Pelaku beserta barang bukti narkoba

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Mulyadi (40), warga Jalan Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik disergap tim Unit III Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Kamis (21/1/2021) Malam

Mulyadi yang juga berprofesi sebagai sopir truk itu ditangkap lantaran nyambi mengedarkan narkoba jenis sabu. Dia disergap saat bertransaksi di sekitar SPBU Bringkang, Gresik.

Dalam penyergapan itu, tim ini menyita sabu seberat 2,93 gram, satu buah HP VIVO dan sebuah kartu ATM.

“Barang tersebut sedianya akan diranjau setelah dia sudah janjian melalui pesan singkat di ponselnya,” ujar Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya, AKBP Memo Ardian, kepada wartawan, Kamis (28/1/2021)

Memo menjelaskan, penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat yang menyebut jika selain menjadi sopir, Mulyadi juga kerap mengedarkan sabu.

Dari informasi yang didapat itu, tim unit III langsung melakukan pengintaian dan membuntuti tersangka hingga ke lokasi yang diduga akan digunakan untuk meranjau barang terlarang tersebut.

“Pelaku yang hendak bertransaksi kami gagalkan di Pom Bensin (SPBU) Bringkang, Menganti, Gresik,” ujar Memo.

Menurut Memo, timnya masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengungkap semua jaringan tersangka. Diduga tersangka menyasar para sopir lainnya dalam melakukan peredaran(YB/JN)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Hukrim

Diduga Cabul, Kepsek SMK Swasta di Surabaya di Laporkan ke Polisi

Published

on

Surabaya | Dobraknews.com – Seorang siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Surabaya, Jawa Timur, melaporkan oknum kepala sekolah berinisial AF terkait kasus dugaan pencabulan dan penyekapan ke polisi

Korban yakni AR (19), Ia didampingi ayahnya untuk melaporkan oknum kepala sekolah(kepsek) SMK di kawasan Jalan Kedung Anyar ke Mapolrestabes Surabaya, Rabu (3/3/2021).

Mengutip laman sigap88.com laporan pencabulan terhadap anak tersebut tertuang dalam tanda bukti lapor Nomor : TBL-B/210/III/RES.1.24/2021/RESKRIM/SPKT Polrestabes Surabaya

Kepala sekolah itu dilaporkan atas dugaan kejahatan tindak pidana Pencabulan Terhadap Anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal :83 UU RI No 17 Tahun 2016 jo Pasal 76-e UU No 35 Tahun 2014 tentang Penetapan Perpu No 1 Th 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI No 23 Th 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU.

AR selaku pelapor mengaku, pada akhir Desember 2019, ia mendapat perlakuan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pendidik.

Saat sekolah dalam keadaan kosong, AR mengaku disekap di dalam ruangan dan cabuli.

Ironisnya, perlakuan tidak senonoh itu dilakukan di dalam ruangan Kepala Sekolah.

“Kejadiannya bulan Desember tahun 2019, 3-4 hari sebelum tahun baru,” ungkap AR

AR mengaku tak berdaya saat kepala sekolahnya melakukan aksi bejatnya.

“Waktu di ruangan, kepala sekolah membuka baju saya. Saya sudah berusaha melawan tapi tidak bisa, ia nindih saya. Pintu dikunci, jendela gak bisa dipecahin,” tutur AR dengan mata berkaca-kaca

Sebelum pelecehan terjadi, awalnya AR dan kepala sekolah hanya berbincang santai.

Termasuk membicarakan perlakuan serupa pada siswa lain. Bahkan AR juga ditunjukkan foto-foto alumni yang pernah mendapat perlakuan sama yang tersimpan di smartphone milik sang kepala sekolah.

“Foto-foto alumni yang pernah ia gitukan juga ada, kakak kelas saya pun juga ada. Ada salah satu foto kakak kelas saya duduk di antara selakangan dia, ada foto seperti itu juga. Lokasinya sama di dalam ruangan kepala sekolah,” ungkap AR

AR mengaku baru melaporkan kasus itu sekarang karena selama ini hanya menahan malu dan tidak tahu harus mengadu kepada siapa.

Sementara siswi lain yang diduga mendapat perlakuan sama pun memilih bungkam meski dihantui ketakutan jika bertemu oknum kepala sekolah tersebut.

Ayah kandung AR, Soeminto (58) menjelaskan, anaknya mengaku mendapat perbuatan tidak senonoh setelah pulang dari perantauan.

Saat sampai di rumah, Soeminto awalnya hanya menegur AR yang tidak mau melanjutkan sekolah, padahal sudah masuk masa ujian. AR yang biasanya periang tiba-tiba murung dan susah diajak bicara.

“Rasa penasaran dan butuh kejelasan, tak juga saya dapatkan. Hingga pukul 11 malam, putra sulung saya pulang dan langsung saya tekan untuk menceritakan alasan adiknya tak mau kembali sekolah. Akhirnya dengan dibumbui debat keras, putra sulung saya menceritakan bahwa adiknya mengalami depresi akibat perlakuan kepala sekolahnya,” katanya

Soeminto pun masuk ke kamar dan meminta AR menjelaskan ikhwal kejadian itu. Namun bukan kejelasan yang ia dapat, justru AR tubuhnya menggigil penuh rasa takut sambil menangis.

“Sebagai kepala sekolah, apalagi sekolah berbasis agamis tentu seharusnya amanat dan berakhlak mulia. Bukan malah menjadi predator bagi murid-muridnya,” katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Oki Ahadian membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tindak pidana dugaan pencabulan yang menyangkut seorang oknum kepala sekolah SMK swasta di Surabaya.

“Kami menerima laporan tentang tindak pidana asusila pencabulan yaitu menyangkut oknum kepala sekolah swasta di Surabaya, berdasarkan laporan itu kami akan tindak lanjuti, alat bukti dan keterangan saksi-saksi,” pungkas Oki (red/sigap88)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Hukrim

Jaksa Gadungan Dibekuk Tim Intelijen Kejari Surabaya

Published

on

Surabaya, Dobraknews.com – Aparat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menangkap Abdus Samad di hotel berbintang di kawasan Surabaya Barat, Jawa Timur. Pria 38 tahun itu ditangkap, karena menyaru sebagai jaksa.

“Tadi sekitar jam 19.30 malam kami melakukan penangkapan terhadap Abdussamad yang mengaku sebagai jaksa dan saat ini sedang kami intrograsi diruang seksi intelijen,” kata Kasi Intelijen Kejari Surabaya, Fathur Rohman,S.H dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (1/3) malam.

Dijelaskan Fathur jaksa gadungan ini berhasil ditangkap setelah adanya laporan dari pihak manajemen hotel

Atas informasi tersebut, Seksi Intelijen akhirnya melakukan penyelidikan dan berhasil menemukan identitasnya. Warga Sambiarum Lor, Kota Surabaya, itu pun ditangkap.

“Tim pun bergerak dan menangkap AS saat bersama istrinya di sebuah kamar hotel berbintang di Surabaya Barat, Senin malam, 1 Maret 2021.

“Saat ini yang bersangkutan masih diproses hukum,” katanya, Selasa, 2 Maret 2021.

Berdasarkan data dihimpun, Abdus Samad menginap di sebuah hotel berbintang di kawasan Surabaya Barat bersama istrinya, TYO, dua anaknya masing-masing berinisial GRA, dan sopir yang sekaligus berperan sebagai ajudan gadungan berinisial BT. Untuk meyakinkan orang, Abdus Samad juga membawa seragam Kejari Surabaya dan tongkat komando, laiknya seorang kepala kejaksaan.

Berdasarkan laporan aduan dari hotel, Abdus Samad belum membayar kekurangan tagihan menginap di hotel tersebut sebesar lebih dari Rp38 juta. Abdus Samad juga ogah membayar uang ganti rugi kerusakan televisi di kamar yang disewa sebesar Rp.4 juta. Saat ditagih hotel, Samad mengaku belum bisa membayar karena LHKPN miliknya masih dibekukan.

Ketika ditagih kembali, Abdus Samad malah mengancam akan menutup hotel tersebut dan melaporkan pemilik hotel ke Imigrasi karena status si owner adalah WNA. Karena ancaman itulah pemilik dan manajemen hotel ketakutan.

Akhirnya, hotel melapor ke Kejari Surabaya dan ditangkaplah si Abdus Samad saat itulah diketahui ia adalah jaksa gadungan.

Fathurrohman menuturkan, dari penangkapan Abdus Samad, sejumlah barang bukti diamankan. diantaranya KTP Abdus Samad yang tertulis sebagai Pegawai Negeri Sipil, seragam, atribut, dan tongkat komando kejaksaan yang palsu. Petugas juga mengamankan kartu tanda anggota (KTA) Kejaksaan Tinggi Jawa Timur palsu dari tangan sopir Abdus Samad, yakni BT.

“Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan di ruang Seksi Intelijen Kejari Surabaya dan selanjutnya akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Fathurrohman (Suf/Red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Hukrim

Dua Bandit Jalanan Dibekuk Polsek Semampir

Published

on

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Bandit jalanan kian nekat, bagaimana tidak para pelaku Jambret tak merasa takut atau segaja beraksi di siang bolong. Unit Reskrim Polsek Semampir telah menangkap dua pelaku jambret, di warung Box Calvet Jalan Pegirian Kota Surabaya, pada Minggu, (14/02/2020).

Kedua tersangka yakni, Moch Rido Nuryadi (25), warga Jalan Sidodadi Los B No. 170 Surabaya, dan kedua Jamal Miftahulhuda (26) warga Jalan Kunti 08 Surabaya dan atau kost di Jalan Sumbo 10 Surabaya.

Kapolsek Semampir, Kompol Aryanto Agus mengatakan, pada hari Rabu tanggal 24 Februari 2021,Sekira pukul 15:00 wib, angota Unit Reskrim telah mendapat informasi dari masyarakat bahwa terdapat pelaku DPO pencurian Handphone yang terjadi di Box Calvert sedang berada dirumah mertuanya di Jalan Sidodadi atau Digol 179 Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simulawang Kota Surabaya.

“Selanjutnya, Unit Reskrim melakukan penyelidikan ke beradaan tersangka, alhasil tersangka diamankan dan memberitahu temannya yang ikut melakukan pencurian,” kata Kompol Aryanto. Senin (1/3/2021).

Pada saat itu juga temannya sedang jalan kaki dari rumah kontrakannya di Jalan Sidodadi Surabaya, lalu unit Reskrim mengamankan tersangka. Sedangkan teman satunya atas nama SULalamat Jalan Sidodadi Surabaya ( DPO ) dan masih dilakukan pencarian dirumahnya tidak ada.

“Namun, kedua tersangka sudah diamankan ke Polsek Semampir,” terang Kompol Aryanto.

Perwira dengan satu melati dipundaknya menambahkan, saat itu korban sedang nungkrong diwarung diatas Box Calvert tiba-tiba datang 3 orang yang menghapiri dan langsung menuduh bahwasanya korban telah memukul adik korban, lalu dimintai uang. Tetapi tidak ada uang lalu korban dilakukan pengeledahan oleh 3 (tiga) pelaku dan mengambil HP milik korban lalu pergi, melarikan diri dan korban sempat teriak maling – maling.

“Teriakan korban terdengar warga, sehingga satu tersangka atas nama Jamal ketangkap oleh warga lalu korban pada saat itu 1 HP dikembalikan ke korban, tetapi setelah warga dan korban lengah, tersangka langsung melarikan diri ke arah Taswir dengan membawa lari 1 buah HP,” ungkap Kompol Aryanto.

Untuk barang bukti yang berhasil diamankan Polisi berupa 1 (satu) buah Dos Book Handphone Merk Realme C2, 1 (satu) buah Handphone Merk Realme C2 Warna Hitam Berlian dan 1 (satu) unit sepeda motor Honda Vario.

“Atas perbuatan kedua tersangka, kami sangkakan dengan pasal 363 ayat ( 1 ) ke4 KUHPidana,” pungkas(red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Hukrim

Polres Lamongan Ringkus Direktur Perusahaan Pengembang

Gelapkan Sertifikat Rumah

Published

on

penggelapan_lamongan

Lamongan, DOBRAKNEWS.COM – Polres Lamongan berhasil meringkus AB (41), warga Sumedang yang menjadi direktur dua perusahaan pengembang sebuah perumahan yang ada di Lamongan melakukan penipuan kepada setidaknya 16 orang yang rata-rata adalah Aparatur Sipil Negara (ASN). AB dibekuk Polres Lamongan, setelah dilaporkan telah menggelapkan belasan sertifikat rumah. oleh korbannya

“Tersangka ditetapkan sebagai DPO setelah sebanyak 16 orang korbannya yang rata-rata ASN melaporkan penipuan yang dilakukan tersangka AB sejak 2013 dengan kerugian yang dialami para korbannya mencapai Rp 4,1 miliar,” kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Ditambahkan Miko, aksi tersangka cukup meyakinkan para konsumennya karena menjadi 2 direktur dari 2 perusahaan pengembang, yaitu PT Jagaraga Adhimukti dan CV Belva Turmukti.

Selama menjalankan bisnis perumahan, kata Miko, AB berhasil membangun sebanyak 50 unit rumah dengan cara cash bertahap dan lunas pada 20 November 2014. Dari 50 unit rumah ini, 16 di antaranya tidak bisa mendapatkan sertifikat.

“Ternyata oleh tersangka, sertifikat itu diagunkan tanpa sepengetahuan para korbannya,” ungkap Miko

Korban, lanjut Miko, juga sempat menanyakan kepada tersangka tapi tidak membuahkan hasil dengan mengemukakan beragam alibi. ‘Borok’ AB terungkap setelah ada pihak bank yang berkantor di Gresik pada 2017 mendatangi salah satu korban menagih uang. Pihak bank, imbuh Miko, ketika itu menunjukkan surat penebusan agunan dari sertifikat milik korban yang dijadikan agunan di bank tersebut.

“Merasa tidak pernah mengagunkan sertifikat ke bank, dan merasa ditipu oleh pengembang, korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi yang kemudian ditindaklanjuti,” terangnya.

Saat dilakukan penyelidikan dan memintai keterangan para korban, tersangka AB kabur meninggalkan Lamongan. Selama buron 2 tahun, polisi juga mencari tahu kedudukan PT dan CV yang direkturnya adalah AB.

AB akhirnya dapat diringkus di Sumedang, Jawa Barat di rumah orang tuanya. AB juga mengakui sertifikat rumah korban sudah dilakukan pelunasan oleh para korban dan diagunkan di Bank di Gresik bersama 15 sertifikat lainnya.

“Pengakuan sementara hanya di Lamongan,” tandas Miko.

Tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau pasal 385 ke 5 KUHP dan atau pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 23 lembar kwitansi pembayaran dari perusahaan fiktif PT Jagaraga Adhimukti, 2 lembar brosur Perumahan Valencia Residence, 3 lembar surat perjanjian jual beli, 3 bendel fotokopi akta jual beli, 3 bendel foto kopi sertifikat SHM nomor 2503, 2528, dan 2532.

“Penyidik kini juga sedang mengembangkan penyelidikan dan penyidikan pada tersangka AB,” pungkasnya.

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Hukrim

Ditreskrimsus Polda Jatim, Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi Via Facebook

Published

on

Surabaya, Dobraknews.com – Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus, Polda Jatim, bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) membongkar tindak pidana konservasi Sumber Daya Alam (SDA) Hayati dan Ekosistemnya, melalui media sodial Facebook.

Dari penangkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan tiga orang tersangka dengan lokasi berbeda. Tersangka pria berinisial NR (26) tahun, bertempat tinggal di Dusun Binting, Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, praktik jual beli satwa langka dan dilindungi itu berhasil dibongkar pada Senin (1/2/2021) lalu.

“Kami menangkap tersangka pertama (NR) beserta barang buktinya,” kata Kabid Humas Polda Jatim, dihadapan awak media, pada Rabu (17/2/2021).

Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan, kronologi penangkapan bermula pada hari Minggu (31/1/2021) sekitar pukul 20.00 WIB. Anggota Unit I Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan adanya informasi terkait penjualan satwa yang dilindungi di media sosial Facebook.

Selanjutnya, berkoordinasi dengan BBKSDA untuk memastikan kebenaran postingan itu. Selang sehari kemudian, Senin (1/2/2021) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB. Anggota Unit I Subdit IV Tipidter, Ditreskrimsus, Polda Jatim. Bersama petugas BKSDA langsung menuju ke rumah NR. Sesampainya dilokasi, petugas gabunga tersebut mendapati kebenaran satwa yang dilindungi.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil menemukan satwa yang dilindungi, yakni 15 ekor Kakatua Maluku dengan nama latin Cacatua Moluccensis.

NR terbukti melanggar pidana, lantaran sejumlah satwa itu tak memiliki dokumen, dan Undang-Undang (UU) yang sah. Selanjutnya, Kakaktua itu dibawa oleh BBKSDA Jatim. Sedangkan, NR beserta barang bukti 2 sangkar besi, 30 buah paralon bekas tempat satwa,14 buah keranjang plastik bekas tempat satwa, hingga 1 unit Handphone Iphone 6s Plus warna silver diamankan ke Polda Jatim untuk proses lebih lanjut.

Menurut pengakuan tersangka NR, dihadapan penyidik. Mengaku tak mengantongi legalitas yang sah terhadap 15 ekor Kakatua Maluku itu. NR mengakui hanya menjualnya melalui media sosial Facebook dengan nama akun @zein-zein.

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Jimmy Tana, mengungkapkan, dari hasil pengembangan terhadap tersangka NR, bahwa ada kasus serupa yang masih satu jaringan dengan tersangka NR, yang juga menjual satwa langka dan dilindungi melalui media sosial Facebook dengan nama akun; Enno Arekbonek Songolaspitulikur.

Selanjutnya, petugas gabungan memburu pelaku dengan mendatangi rumah VPE pada Senin (8/2/2021) siang, sekitar pukul 13.00 WIB. Di Perum Permata Biru, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Petugas gabungan mendapati seorang pria berinisial VPE (29) dan istrinya berinisial NK (21). Saat itu, VPE dan NK, yang terbukti memelihara satwa dilindungi berupa seekor Elang Brontok (Spizaetus cirrhatus) dan 8 ekor Lutung Budeng (Trachypithecus Auratus) dirumahnya.

“Modus tersangka (VPE dan NK) adalah memelihara dan menjual satwa dilindungi, kami temukan Elang Brontok dan Lutung Budeng yang akan dijual melalui media online Facebook, dengan nama akun Miidha dan Enno Arekbonek songolaspitulikur, dengan cara satwa diposting,” terangnya sembari menunjukan barang bukti.

Jimmy menegaskan, pihaknya terpaksa tak menahan NK, istri dari VPE. Karena sedang hamil. “Yang bersangkutan tidak kami tahan, karena sedang hamil,” imbuhnya.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku sebagai penadah satwa langka itu, lalu menjualnya ke penadah atau konsumen lainnya di sejumlah lokasi. Harga yang dibandrol pun bervariatif, mulai Rp 2 juta rupiah, sampai puluhan juta rupiah.

AKBP Jimmy Tana mengimbau, apabila masyarakat menemukan hal serupa untuk segera melapor kepada pihak kepolisian maupun BKSDA. Sebab, dengan laporan dan penanganan cepat, diharap bisa menyelamatkan populasi satwa langka yang tengah diambang kepunahan.

“Bila masyarakat mendapat informasi terkait penjualan, bisa segera lapor ke kami,” katanya.

Akibat perbuatannya itu, 3 tersangka dijerat dengan pasal 40 ayat (2) juncto pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3), juncto Pasal 21 ayat (2) huruf a dan c dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda maksimal Rp 100 juta.(JB/Hum)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Trending

error: Konten dilindungi !!