Connect with us

Peristiwa

Empat Pegawai Positif Covid-19, Kantor Syahbandar Utama Tanjung Perak Gelar Swab Antigen

Published

on

Surabaya | Dobraknews.com – Sebanyak 216 pegawai Kantor Kesyahbandaran Utama (KSU) Tanjung Perak Surabaya dan 18 petugas kebersihan maupun sekuriti menggelar swab test (tes usap) Antigen selama 3 hari, sejak Rabu (30/6/2021) dan berakhir, hari ini, Jumat (2/7/2021)

Hal ini dilakukan oleh kantor yang berada dibawah naungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI ini, lantaran wabah Covid-19 telah menjalar hingga menginfeksi positif pegawainya.

Tak urung, 4 orang pegawai diketahui telah positif terinfeksi virus yang bermula dari Wuhan, China tersebut.

“Tes swab Antigen ini untuk mempermudah kami melakukan tracing guna memastikan kondisi kesehatan seluruh jajaran ASN, sekaligus untuk mengambil langkah selanjutnya,” kata Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Kepegawaian, Umum dan Humas KSU Tanjung Perak, Heri Eko Agus Winarno kepada wartawan, saat berlangsungnya kegiatan tes usap (swab test) Antigen hari kedua yang dilakukan petugas medis dari Laboratorium Klinik Prima Medika, Kamis (1/7/2021) kemarin

Disinggung terkait pegawai yang positif Covid-19, Heri Eko memastikan, bahwa lingkungan regulator keamanan dan keselamatan pelayaran ini tak menghentikan kinerja. Ia meyakinkan, proses pelayanan di setiap bidang di institusinya tetap berjalan seperti biasanya.

“Kami tidak memberlakukan lockdown di KSU,” tegasnya.

Kegiatan ini, kata Heri merupakan upaya preventif untuk memastikan kondisi seluruh pegawai dalam kondisi sehat. “Agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing” terangnya

Dari deteksi medis tes swab Antigen yang sudah berjalan hari kedua ini, ungkap Heri Eko, pihaknya mendapati hasil 7 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan, di hari pertama pelaksanaan tes swab, Rabu (30/6/2021), KSU Tanjung Perak menemukan seorang pegawai masuk kategori positif Covid-19.

“Jadi, sampai dengan hari ini sudah 12 pegawai positif Covid-19, yang berasal dari 8 pegawai dan 4 orang yang tengah tugas luar, hasil swab-nya positif. Kami sarankan mereka isolasi mandiri di rumah masing-masing,” jelasnya.

Heri Eko menuturkan, usai pelaksanaan tes swab selama 3 hari, pihaknya tetap memberlakukan work from home (WFH), selain isolasi mandiri bagi pegawai yang kedapatan positif Covid-19. Namun, untuk pembagian jadwal WFH masih menunggu kebijakan dan petunjuk dari kementerian.

“Kami akan evaluasi pembagiannya. Bisa jadi, komposisinya berbanding 25 dan 75 persen, atau 50:50. Ini kami lakukan, agar pelayanan masyarakat tidak terganggu,” pungkasnya (*)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Peristiwa

Kapolres Gresik Kunjungi Pantai Dalegan

Published

on

Gresik | DOBRAKNEWS.COM – Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM melakukan peninjauan destinasi Wisata Pantai Pasir Putih Dalegan, Panceng, Rabu(19/05/2021).

Dalam kunjungannya, Kapolres Gresik ditemani Kabag Ops Kompol Zaenal Arifin dan Kasat Intelkam AKP Nurdianto. Dalam rangka pembatasan kegiatan masyarakat yang berkunjung ke tempat wisata pada hari libur dan kupatan.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres Gresik memberikan imbauan kepada pihak pengelola untuk tetap mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Lakukan pembatasan terhadap jumlah pengunjung dan perhatikan jam operasional, jangan melewati waktu yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Alumni Akpol 2001 itu juga memberikan masker kepada pengunjung Pasir Putih yang tidak menggunakan masker.

“Mengingatkan agar tetap mematuhi protokol kesehatan supaya mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus penyebarannya,” ujarnya.(*)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Peristiwa

Pengamanan Gereja di Sidoarjo Diperketat

Amankan Paskah

Published

on

Sidoarjo,Dobraknews.com – Antisipasi tindakan teror, pasca terjadinya ledakan bom di Gereja Katedral Makasar Minggu lalu. Mulai Kamis (1/4/2021) hingga Minggu (4/4/2021) saat umat Kristen merayakan Hari Suci Paskah, pengamanan sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Sidoarjo diperketat.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat yang merayakan Paskah 2021, sejumlah personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Linmas, Banser, Pemuda Pancasila, dan ormas lainnya diturunkan disebar di berbagai gereja dan titik rawan Kabupaten Sidoarjo.

“Tidak hanya ada personel dari Polresta Sidoarjo dan jajaran, untuk menjamin rasa aman serta nyaman masyarakat dalam merayakan Hari Suci Paskah. Pengamanan ketat juga akan melibatkan TNI, Satpol PP, Banser dan ormas lainnya,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Selasa (30/3/2021) di sela-sela acara saat mengunjungi Gereja Santa Maria Annuntiata dan beberapa gereja bersama Forkopimda Sidoarjo.

Upaya pengamanan Paskah 2021 di Kabupaten Sidoarjo, tambah Sumardji juga akan dilakukan sterilisasi gereja-gereja oleh tim Jihandak Brimob Polda Jatim.

Bahkan Forkopimda Sidoarjo dalam kesempatan ini telah berkordinasi dengan pihak pengurus gereja, mengenai adanya penyekatan di ruas jalan raya akses menuju lokasi gereja.

“Hanya jemaat gereja saat Hari Suci Paskah nanti yang akan diperbolehkan lewat, sementara yang tidak berkepentingan ke gereja akan kita alihkan,” imbuhnya.

Sementara Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, menghimbau masyarakat khususnya bagi yang merayakan Paskah untuk tidak takut. Karena kita percayakan kepada pihak keamanan yakni TNI-Polri serta unsur lainnya, yang telah melakukan berbagai persiapan maupun skenario pola pengamanan.

“Jangan takut akan ancaman teror, karena aparat keamanan telah menjamin pengamanan secara maksimal. Silahkan ibadah dengan aman, nyaman dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pesan Gus Muhdlor.(hum/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Peristiwa

Ratusan Jurnalis di Surabaya Lakukan Aksi Damai

‘Tolak Kekerasan’

Published

on

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Jurnalis se-Surabaya menggelar aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum yang diduga dari institusi kepolisian. Aksi ‘Tolak Kekerasan’ sekaligus tuntutan agar insiden penganiayaan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi itu dilakukan di depan Monumen Gubernur Suryo tepatnya depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Senin (29/3/2021)

Selain membentangkan sejumlah poster bertuliskan kritik. Mereka bergantian melakukan orasi, puluhan pekerja media ini mengecam tindakan arogansi dan kekerasan yang dilakukan kepada jurnalis.

Di awali Rahardi Sukarno, dalam orasinya mengatakan tindakan arogansi sejumlah aparat keamanan yang saat itu menjaga acara resepsi pernikahan. Bentuk kesewenangan itu dikritik lantaran korban sudah menyebut jati diri sebagai jurnalis yang tengah menjalankan tugas investigasi, terkait dugaan kasus korupsi.

“Segala bentuk kekerasan harus dilawan, apalagi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas dan fungsinya. Pelakunya harus ditindak tegas,” teriak Antok sapaan wartawan online Beritajatim.com ini.

Kemudian, Andreas dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya mengatakan jika dirinya pesimis terhadap institusi kepolisian, jika kasus kekerasan yang dialami Nurhadi bisa diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku dan menjerat hukum pelakunya.

“Saya berani bertaruh dengan tiga buah telur, jika polisi berani dan bisa mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan oknum anggotanya terhadap jurnalis, karena kejadian seperti ini beberapa kali terulang dan terbukti tidak pernah bisa tuntas. Saya tidak percaya!,” kata Andreas saat berorasi.

Kalimat itu seakan memberikan “tantangan” kepada institusi kepolisian agar serius menindaklanjuti pelaporan korban terkait peristiwa yang dialami rekan seprofesinya.

Kalimat itu juga dimaksudkan agar menegakkan hukum dan tindakan tegas terhadap oknum pelakunya bisa dilakukan penindakan.

“Sementara, hanya kepada aparat kepolisian kami bisa melaporkan terkait kejadian ini,” tegasnya.

Andreas dari CNN TV menegaskan, segala bentuk kekerasan harus dilawan, apalagi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas dan dilindungi Undang-Undang Pers.

Untuk diketahui, jurnalis Tempo Nurhadi saat melakukan investigasi terkait kasus suap pajak Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat itu tengah hadir di acara resepsi pernikahan.

Saat itu korban hadir bersama rekannya, di acara resepsi putra Angin Prayitno Aji di Gedung Samudera Bumimoro, Moro Krembangan Surabaya, Sabtu, 27 Maret 2021 malam.

Tak menghendaki kehadirannya, teguran yang dilakukan sejumlah oknum yang diduga petugas pengamanan Angin Prayitno, mencecar korban dengan berbagai pertanyaan, dan juga melakukan pemukulan.

Atas kejadian ini, Aliansi Jurnalis independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur serta sejumlah aliansi pekerja media mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus ini serta memastikan para pelakunya mendapatkan hukuman sesuai peraturan hukum yang berlaku, termasuk mengacu UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Selain itu, juga melanggar UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Konvensi Hak Sipil dan Politik, serta Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8 Th. 2009 tentang Hak Asasi Manusia.

Suguhan teatrikal juga ikut mewarnai aksi solidaritas ini, dengan menampilkan adegan penganiayaan jurnalis yang dilakukan oleh oknum petugas. (Suf/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Nasional

Dikabarkan Hilang, Ara Bocah Cantik Surabaya Ditemukan di Pasuruan

Dipicu Konflik Keluarga

Published

on

Nessa Alanna Karaissa, alias Ara

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Nessa Alanna Karaissa (7) alias Ara bocah cantik berusia 7 tahun yang di kabarkan hilang akhirnya berhasil di temukan di wilayah Pasuruan

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan jika Ara sudah dijemput anggotanya untuk dibawa pulang menemui orang tuanya.

Hartoyo menyebut, Ara dibawa kabur oleh keluarganya sendiri sejak Selasa (23/3/2021) pagi lalu. mengutip sigap88.com

“Dibawa ke rumah budenya, di Pasuruan,” kata Hartoyo, Sabtu (27/3/2021).

Lanjut Hartoyo, penemuan Ara ini melibatkan anggota Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya sekitar pukul 02.00 WIB.

Sementara itu, AKBP Oki Ahadian Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya saat dihubungi membenarkan jika Ara saat ini sudah ditemukan dan menuju ke Surabaya

“Benar Ara sudah ditemukan dan sekarang sudah menuju ke Surabaya dan langsung dibawa ke Polrestabes,” ungkap Oki Ahadian, Sabtu (27/3/2021).

Lebih lanjut Oki menjelaskan, penculikan ini akhirnya bisa terungkap usai memeriksa sejumlah saksi. Berdasar keterangan sejumlah saksi menjelaskan adanya kejanggalan. Dari data tersebut petugas mencari adanya saksi-saksi dan memeriksa sejumlah orang dekat korban.

“Kita dalami dari keterangan yang janggal itu. Sampai akhirnya ditemukan bahwa Ara ini dibawa oleh saudara orangtua Ara sendiri,” lanjutnya.

Disinggung soal pelaku penculikan Ara, Oki menjelaskan bahwa petugas masih melakukan pemeriksaan

“Kita masih dalami dan masyarakat tak perlu khawatir akan isu penculikan anak. Yang pasti ini murni penculikan keluarga korban sendiri,” tegasnya(Don/Han/s8)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Nasional

Polda Jatim Resmi Luncurkan 10 Layanan Canggih Sistem ETLE dan INCAR

Published

on

Surabaya,Dobraknews.com – Program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah resmi diluncurkan. Pada tahap pertama, 12 Polda di seluruh Indonesia mulai menerapkan sistem tilang elektronik ini. Proses peluncuran ETLE nasional ini diikuti secara virtual oleh seluruh Polda jajaran.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, wilayahnya menjadi salah satu yang menerapkan tilang elektronik. Inovasi ini dibuat untuk memenuhi keinginan masyarakat, khususnya bidang pelayanan lalu lintas.

“Di wilayah Jatim terdapat 55 titik, Ke-55 titik tersebut masing-masing di Kota Surabaya 39 titik; Sidoarjo 3 titik; Kota Madiun 4 titik; Gresik 5 titik; Lamongan 2 titik; dan Kota Batu serta Tulungagung masing-masing satu titik. ETLE akan dikombinasikan dengan Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR)” terangnya, Selasa,(23/03/2021) melansir sigap88.com

Nico mengatakan dalam penerapan ETLE ini, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini untuk mempermudah pelaksanaan penindakan pelanggaran yang dilakukan masyarakat.

“Program ini tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari rekan-rekan stakeholder. Dari kejaksaan, kemudian dari pengadilan. Kemudian juga nanti dari pemerintahan daerah dari pihak perbankan, dan juga yang men-develop supaya sistem sarana prasarana ini bisa berjalan baik,” ujarnya.

Alumni Akpol 1992 ini berharap inovasi yang diluncurkan tersebut bisa melayani masyarakat dengan baik. Pihaknya juga ingin inovasi ini bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan karena meningkatnya kepatuhan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, Kombes Pol M Latif Usman, menambahkan. INCAR ini adalah pengembangan dari ETLE, INCAR bisa bergerak ke mana saja dan di mana saja, atau ETLE portable yang diberi nama INCAR.

Kecanggihan dari alat INCAR ini adalah, bisa mendeteksi wajah. Jadi seseorang yang terdeteksi akan ketahuan nama, alamat, dan dia punya SIM atau tidak. kendaraannya resmi atau tidak, sudah bayar (pajak) apa belum, bisa terdeteksi.

“Alat ini bisa membaca plat nomor yang ada. Sehingga dapat terkoneksi dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) Korps Lalu Lintas (Korlantas) seluruh data, kendaraan yang beroperasional di Jawa Timur. Adanya ETLE terkoneksi nasional, bisa terdeteksi semuanya,” paparnya.

“INCAR saat ini sudah terkoneksi dengan database SIM. Selain itu, INCAR ini juga bisa terkoneksi dengan Traffic Attitude Record (TAR). Jadi seseorang yang mau memperpanjang SIM akan dilihat, dalam 5 tahun berapa kali melakukan pelanggaran, itu sudah bisa terdeteksi,” pungkasnya

10 inovasi hasil kombinasi ETLE dan INCAR yang turut diluncurkan, yaitu:

1. INCAR yang merupakan implementasi dari Program Kapolri PRESISI dan pengembangan dari Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) atau e-Tilang.
2. Layanan ramah disabilitas untuk memberikan pelayanan prima bepada masyarakat berkebutuhan khusus.
3. Aplikasi ujian SIM daring untuk mempermudah masyarakat dalam melaksanakan ujian SIM.
4. Aplikasi SIM Online Delivery yang merupakan wujud dari pelayanan prima kepada masyarakat dalam hal pendistribusian SIM.
5. e-Kesehatan untuk mempermudah dalam melengkapi persyaratan pembuatan SIM.
6. e-SKM (survey kepuasan masyarakat) sebagai sarana instropeksi terhadap organisasi.
7. Aplikasi Care sebagai sarana edukasi lalu lintas kepada masyarakat secara elektronik.
8. Aplikasi pengesahan Link.
9. Aplikasi BPS (induk aplikasi) sebagai database atau aplikasi induk.
10. Polbindes (polsek) untuk mempererat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi polisi dengan masyarakat.

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Trending

error: Konten dilindungi !!