Jelang Akhir Tahun 2021, Bea Cukai Kediri Musnahkan Barang Milik Negara

oleh

KEDIRI, Dobraknews – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Kediri, menggelar Konferensi Pers Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan sepanjang tahun 2021, di halaman depan Kantor Lama Bea Cukai Kediri, Jum’at (10/12/2021).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang, Asep Suryadi, Empat Kepala Bagian Perekonomian diwilayah kerja Bea Cukai Kediri yakni Kota dan Kabupaten Kediri, Nganjuk dan Jombang serta perwaklian dari pengusaha jasa pengiriman.

Adapun hasil penindakan Barang Kena Cukai (BKC) ilegal selama tahun 2021 (per 7 Desember 2021), Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) tanpa pita cukai sebanyak 656.923 batang, Tembakau Iris (TIS) 25.590 gram, Hasil Pengolahan Tembakau Lainnnya (HPTL) berupa liquid Vape tanpa pita cukai 300 mL, dan minuman mengandung etil alkohol sebanyak 302,75 liter.

Untuk hasil penindakan barang kiriman dari luar negeri yang termasuk dalam kategori larangan dan pembatasan (lartas) sebanyak 138 kali, dengan rinciannya 31 paket Sextoys berbagai merek dan bentuk, serta obat-obatan sejumlah 107 paket.

Dijelaskan Kepala KPPBC TMC Kediri Sunaryo, semua barang sitaan hasil penindakan tersebut merupakan barang tegahan di bidang kepabeanan dan cukai yang terdiri atas barang impor atau kiriman dari luar negeri yang masuk dalam kategori barang larangan dan pembatasan, serta hasil operasi pasar yang digelar bersama dengan empat Pemerintah Daerah yang menjadi wilayah kerja Bea Cukai Kediri.

“Selama tahun 2021 Bea Cukai Kediri telah melakukan penindakan sebanyak 114 Kali, dimana 2 masuk dalam penyidikan dan telah masuk dalam persidangan bahkan 1 telah mendapat putusan pengadilan, 3 dilimpahkan ke BNN dan Polri, 2 mendapatkan sanksi administratif, 1 dilakukan pembekuan atau pencabutan NPPBKC serta 106 ditetapkan sebagai Barang Milik Negara,” bebernya.

Masih kata Sunaryo, dari data penindakan tersebut, Jumlah perkiraan nilai barang dari pelanggaran ketentuan di bidang kepabeanan dan cukai selama tahun 2021 sebesar Rp.671.512.696, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp.371.453.591.

“Hasil ini merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai Kediri dengan PT. Pos Indonesia, BPOM Kediri, Pemerintah Daerah serta aparat penegak hukum lainnya,” pungkasnya. (Yon)