Connect with us

Ekbis

Menteri BUMN Tunjuk Boy Robyanto Jadi Dirut Pelindo III

Published

on

boy
Boy Robyanto

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan manajemen PT Pelabuhan Indonesia III atau Pelindo III (Persero), Senin, 15 Maret 2021.

Informasi yang diterima dobraknews.com, Kementerian BUMN mengangkat Boy Robyanto selaku Direktur Utama (Dirut), menggantikan jabatan yang sebelumnya ditempati oleh U. Saefudin Noor.

Boy bukan orang asing di BUMN, khususnya di PT Pelindo III (Persero). Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Direktur Teknik di perusahaan pelat merah operator pelabuhan tersebut.

Sebelumnya Boy tercatat pernah menjabat sebagai CEO Regional Kalimantan Pelindo III, SVP Port Facility Pelindo III serta GM Pelindo III Cabang Tenau/Kupang.

Selain itu, untuk mengisi kursi yang ditinggalkan Boy Robyanto, Kementerian BUMN mengangkat Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III (Persero), Kokok Susanto, sebagai Direktur Teknik PT Pelindo III (Persero).

Sementara jabatan yang ditinggalkan oleh Kokok Susanto, sekarang ditempati oleh Yon Irawan, yang sebelumnya menjabat Direktur Keuangan PT Pelindo II (Persero).(Yusuf Basuki)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Ekbis

Pelindo III Awali Layanan Pemeriksaan Ge-Nose C19

Deteksi Dini Penyebaran Covid-19

Published

on

Surabaya, Dobraknews.com – Mengantisipasi penyebaran Covid-19, sejumlah pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mulai menyediakan layanan pemeriksaan cepat untuk deteksi dini Covid-19 dengan menggunakan alat Ge-Nose C19.

Tahap awal, pemeriksaan Ge-Nose C19 telah tersedia di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak mulai Sabtu (17/4).

Selanjutnya, secara bertahap akan tersedia di Pelabuhan Tanjung Emas – Semarang dan Pelabuhan Banjarmasin dengan biaya pemeriksaan hanya Rp 30 ribu.

Peresmian Pemeriksaan Ge-Nose C19 di area pelabuhan milik Pelindo III ini ditandai dengan pemeriksaan Ge-Nose C19 perdana yang diikuti oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Agus H. Purnomo bersama Direktur Sumber Daya Manusia(SDM) Edi Priyanto dan Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Kelas Utama Tanjung Perak Arif Toha Tjahjagama di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Sabtu (17/04).

Usai melakukan pemeriksaan perdana Ge-Nose C19, Dirjen Hubla Agus H. Purnomo menyampaikan apresiasinya kepada Pelindo III beserta jajaran yang telah bergerak cepat menyediakan layanan Ge-Nose C19 untuk para calon penumpang di Pelabuhan Tanjung Perak yang kemudian diikuti penyediaan di  2 pelabuhan lain yaitu Pelabuhan Tanjung Emas dan pelabuhan Banjarmasin.

Agus juga mengatakan tak hanya membantu pemerintah menekan penyebaran Covid-19, alat ini akan semakin meringankan beban biaya calon penumpang yang akan bepergian menggunakan kapal laut.

“Saya mengapresiasi Pelindo III yang telah menyediakan alat deteksi dini Covid-19 Ge-Nose C19, kita tau ini biayanya cukup terjangkau sehingga masyarakat tak lagi terbebani dengan biaya tambahan selama bepergian seperti rapid test dan lainnya. Saya berharap semua pelabuhan dan sarana angkutan laut bisa memiliki fasilitas ini semua,” tutur Agus.

Sementara, Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto mengatakan penyediaan layanan Ge-Nose C19 di sejumlah pelabuhan dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi para calon penumpang kapal laut untuk melakukan pemeriksaan deteksi COVID-19 yang merupakan syarat melakukan perjalanan.

Terlebih layanan Ge-Nose C19 di terminal milik Pelindo III memiliki harga yang lebih terjangkau bagi para calon penumpang kapal laut.

“Mulai hari ini layanan Ge-Nose C19 sudah tersedia di Pelabuhan Tanjung Perak dengan biaya pemeriksaan sebesar Rp 30.000,- untuk setiap orang sekali periksa. Metode ini paling terjangkau jika dibandingkan dengan metode pemeriksaan lainnya, harapan kami bisa mengurangi beban biaya para penumpang,” kata Edi mengutip sigap88.com

Untuk layanan Ge-Nose C19 di Pelabuhan Tanjung Perak dapat diakses setiap hari oleh para calon penumpang kapal laut mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB.

Para calon penumpang kapal cukup menunjukkan tiket kapal laut sebagai syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan Ge-Nose C19.

“Sementara ini kami sediakan 2 unit alat dengan kapasitas pemeriksaan kurang lebih 200 orang per hari. Jika dirasa perlu maka tidak menutup kemungkinan jumlah alat akan ditambah,” katanya(Yusuf Basuki/Han)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

Potong Sapi di RPH Krian Tarifnya Lebih Murah, Higienis Dan Halal

Published

on

Sidoarjo, DOBRAKNEWS.com – Rumah Potong Hewan (RPH) Krian milik pemerintah kabupaten Sidoarjo sudah mulai beroperasi. Harganya pun sangat murah, harga satu Sapi dipatok Rp. 400.000.

Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala dan kulitnya. Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis/bersih karena menggunakan sistem pemotongan modern.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengatakan bahwa prosesnya sesuai syari’at Islam, “sehingga ke halalannya dijamin”. Kamis (4/3/2021), saat meninjau langsung proses pemotongan sapi di RPH Krian.

Harga pemotongan sapi diluar harga paling rendah rata-rata Rp.700.000 – Rp. 800.000 per ekornya. Ada yang menentukan tarif perkilo mulai dari Rp.2000 – Rp. 3.500. sedangkan di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp. 400.000,- tiap ekornya.

Dengan harga yang kompetitif ini usaha penjualan daging sapi diharapkan mengalami kenaikan. RPH Krian memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari.

“Saya kira arah utaman RPH ini kenapa harus dimodernisasi karena kami ingin memastikan daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo ini harus daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal,” ujar Gus Muhdlor.

Gus Muhdlor menjamin pemerintah hadir dan mengawal peredaran daging yang dijamin kehalalannya dan daging yang bersih serta aman dikonsumsi masyarakat.

“Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada penyakit-penyakit dan sebagainya, ini penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo ini adalah mayoritas Islam, pemerintah wajib memastikan bahwa daging yang beredar dijamin ke halalan nya”, katanya.

Jagal dibiarkan berjalan, karena Gus Muhdlor yakin masyarakat akan memilih jasa RPH karena dijamin kebersihannya, kehalalannya dan harganya murah.

“Dan yang terpenting hari ini kita meminimalisir adanya sapi-sapi gelonggongan itu, karena terkadang orang beli daging satu kilo tapi ternyata sebenarnya itu sapi gelonggogan akan lebih banyak kandungan airnya”, pungkasnya. (Hum/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

Bambang Haryo Soekartono Tantang Lakukan Audit Kapal Eksekutif

Ragukan ASDP

Published

on

Bambang-Haryo
Bambang Haryo. (foto: Dokumentasi pribadi Bambang Haryo)

SURABAYA,DOBRAKNEWS.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ditantang untuk melakukan uji coba dan audit semua kapal eksekutif di lintasan Merak-Bakauheni dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait. Pasalnya, Bambang Haryo Soekartono atau yang akrab disapa BHS memandang “ada perlakuan istimewa” dalam penempatan armada kapal-kapal milik BUMN itu berada di dermaga eksekutif.

BHS yang merupakan pemerhati dan praktisi transportasi laut, yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur mengatakan, uji coba dan audit kapal eksekutif itu guna memastikan apakah armada ASDP tersebut benar-benar laik dan memenuhi standar sehingga layak ditempatkan di dermaga 6 (eksekutif) dengan tarif lebih tinggi dari kapal ekonomi.

“Kita tantang ASDP untuk uji coba atau audit semua kapal eksekutif dengan melibatkan Kemenhub, Badan Klasifikasi Indonesia, Gapasdap, MTI, YLKI, dan unsur-unsur independen lain,” tegas BHS, mengulangi kembali seperti yang telah dinyatakan beberapa hari lalu, Senin (1/3/2021) melansir laman berita titikomapost.com

BHS menilai kapal-kapal ASDP sebenarnya tidak layak melayani dermaga eksekutif karena di bawah standar teknis yang seharusnya, baik dari sisi ukuran, kecepatan, maupun kenyamanan. Data menunjukkan ukuran kapal-kapal di dermaga eksekutif saat ini mayoritas panjang 110 meter, bahkan ada yang cuma 80-an meter, akibatnya karena kecilnya kapal sebagian kendaraan harus parkir di tempat terbuka sehingga kepanasan atau kehujanan, dan terkena air laut.

“Untuk menjamin kapasitas angkut, kapal di sana seharusnya panjang 130 meter ke atas atau sesuai ukuran kade dermaga yang disiapkan yakni 150-200 meter,” katanya

Dari sisi kecepatan, lanjut Bambang Haryo, kapal eksekutif harus mampu melaju di atas 15 knot. Kenyataannya, kapal-kapal yang diklaim eksekutif itu rata-rata jauh di bawah 15 knot sehingga waktu tempuh lintasan sejauh 15 mil itu melebihi standar 1 jam, bahkan ada yang mencapai 2 jam karena kecepatannya kurang dari 10 knot.

Dalam hal kenyamanan, tuturnya, fasilitas kapal eksekutif juga harus lengkap, misalnya tersedia lift atau eskalator, panggung musik, reclining seat, tempat tidur lesehan, dan fasilitas VIP lainnya.

“Kalau terminalnya dilengkapi eskalator atau lift, kapalnya juga harus ada dong. Di kapal ekonomi saja semua fasilitas itu tersedia, mengapa di kapal eksekutif tidak ada. Kapal-kapal eksekutif harusnya yang terbaik sebab publik membayar tiket lebih mahal,” ungkapnya.

Kapal Pemerintah

Bambang Haryo juga mempertanyakan mengapa kapal-kapal yang dibangun pemerintah dioperasikan oleh ASDP untuk mencari keuntungan komersial di dermaga eksekutif, yakni KMP Legundi, KMP Batu Mandi, dan KMP Sebuku.

“Seharusnya kapal-kapal yang dibangun menggunakan dana APBN itu ditempatkan di lintasan keperintisan atau di dermaga 5 Merak yang kurang diminati swasta. ASDP sebagai BUMN jangan mencari keuntungan saja, tetapi harus menjadi perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh swasta. Ditjen Perhubungan Darat seharusnya segera memindahkan kapal-kapal itu dari dermaga eksekutif,” ujarnya.

Dia juga mendesak Ditjen Hubdat menarik dua kapal ASDP lain dari dermaga eksekutif karena dinilai kurang layak. Kapal-kapal itu yakni KMP Portlink III yang pernah rusak selama 1 tahun dan saat ini pun sudah tidak beroperasi 1 bulan karena rusak lagi, serta KMP Jatra III yang ukurannya kecil dengan panjang hanya 89 meter.

Berdasarkan data AIS (Automatic Identification System) di Ditjen Hubdat yang mengatur trafik kapal, ungkap Bambang Haryo, kecepatan KMP Jatra III dan KMP Portlink hanya sekitar 12 knot, bahkan kurang.

bakahunie

Tampak dermaga eksekutif Bakauheni. (Ist)

Anggota DPR RI periode 2014-2019 yang pernah menjadi anggota Badan Anggaran DPR RI ini menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik karena dermaga eksekutif dibangun menggunakan APBN dan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Sayangnya, Bambang Haryo menilai pemanfaatan dermaga eksekutif selama ini tidak maksimal, terbukti dari jumlah penumpang yang masuk ke dalam terminal sangat sedikit sehingga banyak tenant tidak beroperasi alias tutup.

“Kalau terminal eksekutif eksisting saja tidak berfungsi maksimal, mengapa bangun lagi terminal eksekutif baru yang diperkirakan butuh investasi lebih dari Rp500 miliar itu. Ini jelas-jelas pemborosan anggaran,” katanya.

Menurut dia, biaya pembangunan terminal eksekutif itu terlalu mahal, sebab pengalamannya membangun mall 4 lantai—yang lebih besar dari terminal eksekutif, ditambah hotel internasional 10 lantai miliknya sendiri hanya menelan investasi kurang dari Rp300 miliar.

“Kita harap KPK hadir mengevaluasi proyek terminal eksekutif yang berpotensi mubazir dan merugikan negara itu,” tegasnya.

Dia yakin Presiden Jokowi akan marah besar jika mengetahui persoalan dermaga eksekutif ini.

“Presiden pasti mengharapkan masyarakat mendapat pelayanan terbaik dari pembangunan dermaga khusus itu, bukan untuk keuntungan ASDP semata,” ucap politisi sekaligus Dewan Pakar Partai Gerindra ini.

BHS mengharapkan Presiden memerintahkan Menteri Perhubungan segera mengoreksi dominasi ASDP dan penempatan kapal di bawah spek yang merugikan rakyat. Menurut dia, dominasi ASDP selama ini membuat BUMN itu terjerumus ke dalam praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Selain itu, BHS melihat, ada ketidaklaziman peran ASDP sebab selain menjadi fasilitor yakni pengelola pelabuhan, BUMN itu juga mengelola kapal, bahkan bertindak sebagai regulator karena mengatur izin dan jadwal kapal.

“Hal ini tidak kita temui di moda transportasi lain, dimana fungsi fasilitator, operator, dan regulator sudah dilakukan oleh lembaga atau korporasi terpisah. Misalnya di transportasi laut, operator kapalnya adalah Pelni, fasilitator pengelola pelabuhan Pelindo, dan regulatornya KSOP. Penguasaan ASDP itu mengakibatkan power-nya melebihi pemerintah,” pungkas BHS. (RG/red/tkp)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

Peduli Longsor Nganjuk, Pelindo III Kirim 1000 Paket Bantuan

Published

on

Surabaya, Dobraknews.com – Sebanyak 1000 bantuan paket sembako diberikan oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III kepada masyarakat terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Ngajuk, Jawa Timur

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan Pelindo III diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk untuk selanjutnya dapat didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Edi Priyanto selaku Direktur SDM Pelindo III mengatakan bantuan yang diberikan Pelindo III merupakan wujud kehadiran perusahaan bagi masyarakat.

Menurutnya, sebagai perusahaan plat merah, Pelindo III mengemban amanah pemerintah sebagai agen pembangunan termasuk mengenai hal yang menyangkut sosial kemasyarakatan.

“Kami turut prihatin atas apa yang menimpa saudara kita di Kabupaten Nganjuk, semoga keadaan cepat pulih dan membaik sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala,” kata Edi di posko bantuan tanah longsor, Nganjuk, Kamis (18/02).

Edi menjelaskan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana menjadi kewajiban perusahaan.

Terlebih Kabupaten Nganjuk berada di wilayah Provinsi Jawa Timur yang merupakan wilayah kerja Pelindo III.

Sebelumnya, Pelindo III juga berturut-turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kalimantan Selatan.

“Bantuan yang kami berikan semoga dapat membantu masyarakat melewati bencana dan kepada masyarakat terdampak tetap diberikan kesehatan dan kekuatan,” tambahnya.

Sementara itu Kasi Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk Lilik mengatakan pihaknya akan mendistribusikan bantuan dari Pelindo III kepada masyarakat sesuai area terdampak.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan logistik untuk kebutuhan sehari-hari khusus bahan makanan. Bantuan menurut rencana akan didistribusikan bagi para korban banjir maupun tanah longsor.

“Saat ini para korban bencana di Kabupaten Nganjuk masih dalam proses pemulihan pasca bencana seperti pembersihan rumah dan sebagainya sehingga mereka belum dapat beraktivitas seperti biasa,” kata Lilik.

Sebelumnya Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dilanda sejumlah bencana dalam waktu hampir bersamaan. Bencana banjir setinggi 1 hingga 2 meter yang melanda 3 kecamatan meliputi Kecamatan Ngajuk, Berbek, Loceret  dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Selopuro.

Bencana alam tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.

Bahkan kejadian tanah longsor mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 6 lainnya masih belum ditemukan. Tanah longsor tersebut membuat sedikitnya 156 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.(JB/s8/sab/eps)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

PT Pelindo III Tuai Apresiasi

Dukung Donor Plasma Konvalesen

Published

on

Surabaya | Dobraknews.com – PT Pelindo III Tuai Apresiasi dari pemerintah, karena mendukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy dalam kunjungan kerja ke Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Surabaya, Selasa (16/02).

Disampaikan Muhadjir donor plasma konvalensen merupakan salah satu upaya alternatif yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dalam menekan pandemi selain melalui vaksin. “Kami berterimakasih pada semua pihak yang turut mendukung melalui penyelenggaraan kegiatan donor plasma konvalesen,” katanya, Selasa(16/02)

Pada kesempatan itu, PMI UDD Kota Surabaya memberikan piagam penghargaan kepada sedikitnya 10 pihak yang mendukung kegiatan donor plasma konvalesen.

Penyerahan penghargaan salah satunya diberikan kepada Pelindo III dihadapan Menko PMK Muhadjir Effendi dan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Tri Rismaharini.

Pelindo III disebut sebagai pihak yang menginisiasi pelaksanaan donor plasma konvalesen di Surabaya hingga mengumpulkan sedikitnya 369 kantong.

Sementara itu, Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto menyebut penghargaan yang diterima oleh Pelindo III sebagai buah dari loyalitas Pelindo III sebagai entitas BUMN.

Menurutnya, sebagai perusahaan plat merah Pelindo III memiliki kewajiban untuk turut menyukseskan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang diinisiasi oleh pemerintah.

Edi menambahkan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh Pelindo III dapat terlaksana berkat hubungan yang harmonis dengan para penyintas yang berasal dari pegawai Pelindo III Group dan masyarakat umum.

“Kegiatan donor plasma konvalesen sekaligus sebagai edukasi kepada para penyintas bahwa plasma konvalesen sebagai salah satu upaya memberikan pertolongan bagi para pasien Covid-19 kategori sedang dan berat, karena terapi plasma konvalesen sebagai alternatif dalam upaya penyembuhan Covid-19,” jelas Edi.

Masih kata Edi, kegiatan donor plasma konvalesen dan donor darah yang diinisisi oleh Pelindo III mampu mengumpulkan sedikitnya 324 kantong plasma 304 kantong darah.

Kegiatan yang melibatkan kolaborasi pegawai dan masyarakat umum tersebut dilakukan Pelindo III pada tanggal 21 dan 22 Januari 2021 sebagai bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan donor plasma kedua yang diadakan Pelindo III setelah sebelumnya pada Desember 2020 berhasil mengumpulkan 45 kantong plasma.

Pada kesempatan yang sama Kepala UDD PMI Kota Surabaya Budi Arifah mengatakan kebutuhan plasma konvalesen saat ini cukup besar khususnya di wilayah Surabaya.

Hal itu terjadi karena pihaknya tidak hanya melayani permintaan plasma dari luar Kota Surabaya.

Menurut Budi, PMI UDD Kota Surabaya setiap hari menerima permintaan sedikitnya 75 kantong plasma dengan jumlah persediaan yang terbatas.

“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat khususnya para penyintas Covid-19 untuk berkenan melakukan donor plasma sebagai upaya dalam membantu sesama. Saat ini jumlah persediaan tidak sebanding dengan permintaan,” tutupnya.(Suf/Hum)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Trending

error: Konten dilindungi !!