Connect with us

Peristiwa

Pasangan Mesum di Mojokerto Digrebek

Sambil Hisap Narkoba Jenis Sabu

Published

on

mojokerto-mesum
Petugas saat melakukan penggeledahan

Mojokerto, DOBRAKNEWS.COM – Dua pasangan mesum diamankan petugas Satpol PP Kota Mojokerto. Lantaran mereka bukan merupakan pasangan suami istri yang sah di dalam kamar kos. Selain itu, petugas juga menemukan sebuah alat hisap narkoba jenis sabu yang disimpan di dalam almari.

Pasangan mesum ini diamankan petugas, pada Minggu (7/2/2021) dini hari. Saat petugas melakukan razia di sebuah rumah kos di Jalan Raya Ijen Nomor 53, Lingkungan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

Razia ini guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan rumah kos yang kerap terjadi. Menyusul terbongkarnya praktik prostitusi online yang terjadi di sebuah rumah kos di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto baru-baru ini.

“Dari hasil pengecekan rumah kos yang kita lakukan malam tadi, ada dua pasangan bukan suami istri yang berada di dalam kamar kos. Sehingga langsung diamankan,” kata Kepala Satpol PP Kota Mojokerto, Heryana Dodik Murtono, Minggu (7/2/2021).

Dalam razia tersebut, petugas Satpol PP sempat mendapatkan penolakan dari salah seorang penghuni kos. Ketika petugas penegak perda tersebut hendak melakukan penggeledahan. Petugas yang curiga, kemudian berupaya masuk dan melakukan pemeriksaan.

“Anggota sempat tidak diperbolehkan masuk, dihalang-halangi oleh penghuni kamar. Karena itulah kemudian kita berikan tindakan tegas dan mengecek ke dalam kamar itu,” imbuhnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sebuah pipet yang diduga digunakan pemilik kamar kos untuk menghisap sabu. Benda tersebut disembunyikan pelaku di dalam lemari pendingin.

“Alat yang sudah terpakai (bong) adanya di dalam kulkas, sama sabu yang berbentuk serbuk putih ada di dalam plastik klip-klipan gitu. Ada yang sudah beku juga, sama banyak pil-pil,” terang Dodik.

Barang bukti lain yang diamankan petugas yakni sebuah timbangan digital. Diduga, penghuni kos tersebut merupakan salah seorang pengedar sabu. Guna memastikan itu, petugas Satpol PP kemudian menghubungi pihak kepolisian.

“Kami telepon polisi, lalu kami serahkan usai dilakukan identifikasi dan pengamanan barang bukti. Mereka diamankan ke Polresta saat ini, beserta dua unit kendaraan roda dua guna proses lebih lanjut,” tandas Dodik.(KJ/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Peristiwa

Pengamanan Gereja di Sidoarjo Diperketat

Amankan Paskah

Published

on

Sidoarjo,Dobraknews.com – Antisipasi tindakan teror, pasca terjadinya ledakan bom di Gereja Katedral Makasar Minggu lalu. Mulai Kamis (1/4/2021) hingga Minggu (4/4/2021) saat umat Kristen merayakan Hari Suci Paskah, pengamanan sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Sidoarjo diperketat.

Untuk memberikan rasa aman dan nyaman masyarakat yang merayakan Paskah 2021, sejumlah personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Linmas, Banser, Pemuda Pancasila, dan ormas lainnya diturunkan disebar di berbagai gereja dan titik rawan Kabupaten Sidoarjo.

“Tidak hanya ada personel dari Polresta Sidoarjo dan jajaran, untuk menjamin rasa aman serta nyaman masyarakat dalam merayakan Hari Suci Paskah. Pengamanan ketat juga akan melibatkan TNI, Satpol PP, Banser dan ormas lainnya,” ujar Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji, Selasa (30/3/2021) di sela-sela acara saat mengunjungi Gereja Santa Maria Annuntiata dan beberapa gereja bersama Forkopimda Sidoarjo.

Upaya pengamanan Paskah 2021 di Kabupaten Sidoarjo, tambah Sumardji juga akan dilakukan sterilisasi gereja-gereja oleh tim Jihandak Brimob Polda Jatim.

Bahkan Forkopimda Sidoarjo dalam kesempatan ini telah berkordinasi dengan pihak pengurus gereja, mengenai adanya penyekatan di ruas jalan raya akses menuju lokasi gereja.

“Hanya jemaat gereja saat Hari Suci Paskah nanti yang akan diperbolehkan lewat, sementara yang tidak berkepentingan ke gereja akan kita alihkan,” imbuhnya.

Sementara Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, menghimbau masyarakat khususnya bagi yang merayakan Paskah untuk tidak takut. Karena kita percayakan kepada pihak keamanan yakni TNI-Polri serta unsur lainnya, yang telah melakukan berbagai persiapan maupun skenario pola pengamanan.

“Jangan takut akan ancaman teror, karena aparat keamanan telah menjamin pengamanan secara maksimal. Silahkan ibadah dengan aman, nyaman dan tetap patuhi protokol kesehatan,” pesan Gus Muhdlor.(hum/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Peristiwa

Ratusan Jurnalis di Surabaya Lakukan Aksi Damai

‘Tolak Kekerasan’

Published

on

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Jurnalis se-Surabaya menggelar aksi solidaritas mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sejumlah oknum yang diduga dari institusi kepolisian. Aksi ‘Tolak Kekerasan’ sekaligus tuntutan agar insiden penganiayaan terhadap jurnalis Tempo Nurhadi itu dilakukan di depan Monumen Gubernur Suryo tepatnya depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Senin (29/3/2021)

Selain membentangkan sejumlah poster bertuliskan kritik. Mereka bergantian melakukan orasi, puluhan pekerja media ini mengecam tindakan arogansi dan kekerasan yang dilakukan kepada jurnalis.

Di awali Rahardi Sukarno, dalam orasinya mengatakan tindakan arogansi sejumlah aparat keamanan yang saat itu menjaga acara resepsi pernikahan. Bentuk kesewenangan itu dikritik lantaran korban sudah menyebut jati diri sebagai jurnalis yang tengah menjalankan tugas investigasi, terkait dugaan kasus korupsi.

“Segala bentuk kekerasan harus dilawan, apalagi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas dan fungsinya. Pelakunya harus ditindak tegas,” teriak Antok sapaan wartawan online Beritajatim.com ini.

Kemudian, Andreas dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya mengatakan jika dirinya pesimis terhadap institusi kepolisian, jika kasus kekerasan yang dialami Nurhadi bisa diusut tuntas sesuai hukum yang berlaku dan menjerat hukum pelakunya.

“Saya berani bertaruh dengan tiga buah telur, jika polisi berani dan bisa mengusut tuntas kasus kekerasan yang dilakukan oknum anggotanya terhadap jurnalis, karena kejadian seperti ini beberapa kali terulang dan terbukti tidak pernah bisa tuntas. Saya tidak percaya!,” kata Andreas saat berorasi.

Kalimat itu seakan memberikan “tantangan” kepada institusi kepolisian agar serius menindaklanjuti pelaporan korban terkait peristiwa yang dialami rekan seprofesinya.

Kalimat itu juga dimaksudkan agar menegakkan hukum dan tindakan tegas terhadap oknum pelakunya bisa dilakukan penindakan.

“Sementara, hanya kepada aparat kepolisian kami bisa melaporkan terkait kejadian ini,” tegasnya.

Andreas dari CNN TV menegaskan, segala bentuk kekerasan harus dilawan, apalagi kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas dan dilindungi Undang-Undang Pers.

Untuk diketahui, jurnalis Tempo Nurhadi saat melakukan investigasi terkait kasus suap pajak Direktur Pemeriksaan Ditjen Pajak Kemenkeu, Angin Prayitno Aji yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat itu tengah hadir di acara resepsi pernikahan.

Saat itu korban hadir bersama rekannya, di acara resepsi putra Angin Prayitno Aji di Gedung Samudera Bumimoro, Moro Krembangan Surabaya, Sabtu, 27 Maret 2021 malam.

Tak menghendaki kehadirannya, teguran yang dilakukan sejumlah oknum yang diduga petugas pengamanan Angin Prayitno, mencecar korban dengan berbagai pertanyaan, dan juga melakukan pemukulan.

Atas kejadian ini, Aliansi Jurnalis independen (AJI) Surabaya, Pewarta Foto Indonesia (PFI) Surabaya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Surabaya, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur serta sejumlah aliansi pekerja media mendesak kepolisian mengusut tuntas kasus ini serta memastikan para pelakunya mendapatkan hukuman sesuai peraturan hukum yang berlaku, termasuk mengacu UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Selain itu, juga melanggar UU Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU Nomor 12 tahun 2005 tentang Pengesahan Konvensi Hak Sipil dan Politik, serta Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8 Th. 2009 tentang Hak Asasi Manusia.

Suguhan teatrikal juga ikut mewarnai aksi solidaritas ini, dengan menampilkan adegan penganiayaan jurnalis yang dilakukan oleh oknum petugas. (Suf/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Nasional

Dikabarkan Hilang, Ara Bocah Cantik Surabaya Ditemukan di Pasuruan

Dipicu Konflik Keluarga

Published

on

Nessa Alanna Karaissa, alias Ara

Surabaya, DOBRAKNEWS.COM – Nessa Alanna Karaissa (7) alias Ara bocah cantik berusia 7 tahun yang di kabarkan hilang akhirnya berhasil di temukan di wilayah Pasuruan

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan jika Ara sudah dijemput anggotanya untuk dibawa pulang menemui orang tuanya.

Hartoyo menyebut, Ara dibawa kabur oleh keluarganya sendiri sejak Selasa (23/3/2021) pagi lalu. mengutip sigap88.com

“Dibawa ke rumah budenya, di Pasuruan,” kata Hartoyo, Sabtu (27/3/2021).

Lanjut Hartoyo, penemuan Ara ini melibatkan anggota Resmob, Satreskrim Polrestabes Surabaya sekitar pukul 02.00 WIB.

Sementara itu, AKBP Oki Ahadian Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya saat dihubungi membenarkan jika Ara saat ini sudah ditemukan dan menuju ke Surabaya

“Benar Ara sudah ditemukan dan sekarang sudah menuju ke Surabaya dan langsung dibawa ke Polrestabes,” ungkap Oki Ahadian, Sabtu (27/3/2021).

Lebih lanjut Oki menjelaskan, penculikan ini akhirnya bisa terungkap usai memeriksa sejumlah saksi. Berdasar keterangan sejumlah saksi menjelaskan adanya kejanggalan. Dari data tersebut petugas mencari adanya saksi-saksi dan memeriksa sejumlah orang dekat korban.

“Kita dalami dari keterangan yang janggal itu. Sampai akhirnya ditemukan bahwa Ara ini dibawa oleh saudara orangtua Ara sendiri,” lanjutnya.

Disinggung soal pelaku penculikan Ara, Oki menjelaskan bahwa petugas masih melakukan pemeriksaan

“Kita masih dalami dan masyarakat tak perlu khawatir akan isu penculikan anak. Yang pasti ini murni penculikan keluarga korban sendiri,” tegasnya(Don/Han/s8)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Nasional

Polda Jatim Resmi Luncurkan 10 Layanan Canggih Sistem ETLE dan INCAR

Published

on

Surabaya,Dobraknews.com – Program Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah resmi diluncurkan. Pada tahap pertama, 12 Polda di seluruh Indonesia mulai menerapkan sistem tilang elektronik ini. Proses peluncuran ETLE nasional ini diikuti secara virtual oleh seluruh Polda jajaran.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, wilayahnya menjadi salah satu yang menerapkan tilang elektronik. Inovasi ini dibuat untuk memenuhi keinginan masyarakat, khususnya bidang pelayanan lalu lintas.

“Di wilayah Jatim terdapat 55 titik, Ke-55 titik tersebut masing-masing di Kota Surabaya 39 titik; Sidoarjo 3 titik; Kota Madiun 4 titik; Gresik 5 titik; Lamongan 2 titik; dan Kota Batu serta Tulungagung masing-masing satu titik. ETLE akan dikombinasikan dengan Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR)” terangnya, Selasa,(23/03/2021) melansir sigap88.com

Nico mengatakan dalam penerapan ETLE ini, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Hal ini untuk mempermudah pelaksanaan penindakan pelanggaran yang dilakukan masyarakat. 

“Program ini tidak bisa berjalan tanpa ada dukungan dari rekan-rekan stakeholder. Dari kejaksaan, kemudian dari pengadilan. Kemudian juga nanti dari pemerintahan daerah dari pihak perbankan, dan juga yang men-develop supaya sistem sarana prasarana ini bisa berjalan baik,” ujarnya. 

Alumni Akpol 1992 ini berharap inovasi yang diluncurkan tersebut bisa melayani masyarakat dengan baik. Pihaknya juga ingin inovasi ini bisa mengurangi angka kecelakaan di jalan karena meningkatnya kepatuhan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, Kombes Pol M Latif Usman, menambahkan. INCAR ini adalah pengembangan dari ETLE, INCAR bisa bergerak ke mana saja dan di mana saja, atau ETLE portable yang diberi nama INCAR.

Kecanggihan dari alat INCAR ini adalah, bisa mendeteksi wajah. Jadi seseorang yang terdeteksi akan ketahuan nama, alamat, dan dia punya SIM atau tidak. kendaraannya resmi atau tidak, sudah bayar (pajak) apa belum, bisa terdeteksi.

“Alat ini bisa membaca plat nomor yang ada. Sehingga dapat terkoneksi dengan data Electronic Registration and Identification (ERI) Korps Lalu Lintas (Korlantas) seluruh data, kendaraan yang beroperasional di Jawa Timur. Adanya ETLE terkoneksi nasional, bisa terdeteksi semuanya,” paparnya.

“INCAR saat ini sudah terkoneksi dengan database SIM. Selain itu, INCAR ini juga bisa terkoneksi dengan Traffic Attitude Record (TAR). Jadi seseorang yang mau memperpanjang SIM akan dilihat, dalam 5 tahun berapa kali melakukan pelanggaran, itu sudah bisa terdeteksi,” pungkasnya

10 inovasi hasil kombinasi ETLE dan INCAR yang turut diluncurkan, yaitu:

1. INCAR yang merupakan implementasi dari Program Kapolri PRESISI dan pengembangan dari Electronic Trafic Law Enforcement (ETLE) atau e-Tilang.
2. Layanan ramah disabilitas untuk memberikan pelayanan prima bepada masyarakat berkebutuhan khusus.
3. Aplikasi ujian SIM daring untuk mempermudah masyarakat dalam melaksanakan ujian SIM.
4. Aplikasi SIM Online Delivery yang merupakan wujud dari pelayanan prima kepada masyarakat dalam hal pendistribusian SIM.
5. e-Kesehatan untuk mempermudah dalam melengkapi persyaratan pembuatan SIM.
6. e-SKM (survey kepuasan masyarakat) sebagai sarana instropeksi terhadap organisasi.
7. Aplikasi Care sebagai sarana edukasi lalu lintas kepada masyarakat secara elektronik.
8. Aplikasi pengesahan Link.
9. Aplikasi BPS (induk aplikasi) sebagai database atau aplikasi induk.
10. Polbindes (polsek) untuk mempererat komunikasi, koordinasi dan kolaborasi polisi dengan masyarakat.

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Nasional

Kapolri Launching Etle Nasional Tahap I

15 Polda Terapkan e-Tilang

Published

on

Jakarta, Dobraknews.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan dan sekaligus melaunching tilang elektronik atau Elektronic Traffic law enforcement (Etle) Nasional tahap I, Selasa 23/3/21).

Dalam launching tahap pertama ini, ada 12 Polda yang diresmikan dan dilaunching Kapolri, dengan sebanyak 244 kamera tilang elektronik yang bakal dioperasikan mulai hari ini.

Launching Etle tahap 1 digelar di gedung NTMC Polri, Jakarta, dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin serta Jaksa Agung TB. Hassanudin, yang turut dalam penandatangan Memorandum Of Understanding (MoU) penegakan hukum.

Selain itu, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Kepala Bappenas Suharso Manoarfa, Dirut Jasa Raharja Budi Raharjo dan beberapa perwakilan instansi lain juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Secara virtual, Jajaran Dirlantas dari seluruh Polda se-Indonesia juga mengikuti acara Launching Etle Nasional Tahap Pertama ini.

Etle Nasional ini merupakan salah satu implementasi Korlantas Polri yang dipimpin Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono, dalam mewujudkan salah satu program prioritas Presisi atau prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam paparannya mengatakan bahwa kehadiran tilang elektronik Nasional ini guna untuk meningkatkan program keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

“Saya ingin masyarakat lebih waspada dan tertib berlalulintas, karena adanya Etle dapat memantau perilaku pengendara,” Kata Kapolri melansir sigap88.com

Kapolri juga menegaskan, program ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan program keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

“Tentunya perlu ada upaya penegakan hukum agar proses pelaksanaan kegiatan para pengguna jalan betul-betul bisa disiplin, bisa mengutamakan keselamatan dan tentunya menghargai masyarakat lain sesama pengguna jalan,” Tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Di sisi Polri, Jenderal Sigit menekankan upaya penegakan hukum yang transparan lewat Etle. Mantan Kabareskrim ini berharap sistem Etle dapat mencegah penyalahgunaan wewenang sekaligus pemanfaatan teknologi informasi.

“Di sisi Kepolisian, program Etle adalah bagian dari kami untuk melakukan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi,” jelas Kapolri.

Kapolri juga menegaskan, pihaknya akan terus memperbaiki sistem, sehingga ke depan penegakan hukum Kepolisian khususnya lalu lintas di jalan tidak perlu berinteraksi langsung dengan masyarakat.

“Tentunya kita sering mendapatkan komplain terkait dengan masalah proses tilang yang dilakukan oleh beberapa oknum anggota, yang kemudian berpotensi terjadinya penyalahgunaan wewenang,” Tegasnya.

Etle nasional ini, Lanjut Kapolri, dapat menindak 10 pelanggaran lalu lintas diantaranya pelanggaran traffic light, pelanggaran marka jalan, pelanggaran ganjil genap, pelanggaran menggunakan ponsel, pelanggaran melawan arus, pelanggaran tidak menggunakan helm, pelanggaran keabsahan STNK, pelanggaran tidak menggunakan sabuk pengaman dan pelanggaran pembatasan jenis kendaraan tertentu.

“Selain mendeteksi pelanggaran lalu lintas, sistem Etle juga dapat menjadi pendukung bukti kasus kecelakaan dan tidak kriminalitas di jalan raya dengan menggunakan teknologi face recognition yang sudah ada di sistem Etle,” Lanjutnya.

Sigit menambahkan, “Ini bagian dari kesadaran masyarakat dalam membangun hukum itu sendiri,” Imbuh Kapolri.

Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengungkapkan, jajaran Korlantas masih terus bekerja agar penerapan Etle bisa rampung di 34 Polda, dan sistem Etle terintegrasi dari Polres, Polda hingga Korlantas Polri.

“Konsen tahap pertama ini tentunya akan ditindaklanjuti dengan launching kedua nanti rencananya. Akan kita bangun di 10 polda berikutnya, yang kita rencanakan nanti sekitar 28 april kita resmikan launching kedua, nanti secara bertahap, akan kita laksanakan,” Tandas Kakorlantas Polri Irjen Pol Isitiono.

“Secara teknis di lapangan kita terus bekerja untuk merampungkan program ini secara bertahap hingga 34 polda nanti terpasang semua. Di semua titik yang perlu kita pasang Etle tentunya berdasarkan maping dan analisis kita. Titik mana yanf paling krusial dan perlu kita pasang Etle di situ,” sambung dia.

Kakorlantas menjelaskan, Etle nasional mendeteksi seluruh kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang tidak mematuhi aturan lalu lintas. Istiono berharap kesadaran masyarakat akan taat berlalu lintas semakin tinggi dengan kehadiran Etle.

“Semua kendaraan yang melanggar intinya kefoto, kepotret, mau nomor khusus, nomor apa saja, pake nomor TNI itu kepotret. Kalau TNI nanti urusannya dikonfirmasi ke temen-temen, kita sudah kerjasama bagaimana mekanismesnya untuk teman-teman TNI, ada konfirmasi disitu,” tuturnya.

Adapun 12 Polda yang sudah menerapkan Etle di launching tahap 1 sebagai berikut :

Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Jambi, Polda Sumatera Utara, Polda Riau, Polda Banten, Polda D.I.Y, Polda Lampung dan Polda Sulawesi Selatan serta Polda Sumatera Barat. (Red/s8)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Trending

error: Konten dilindungi !!