Connect with us

Published

on

SURABAYA, DOBRAKNEWS.COM – PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III mengajak Penyintas Covid-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen. Hal ini dilakukan perusahan dibawah naungan kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merespon himbauan Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin.

Sedikitnya 250 orang penyintas Covid-19 yang berasal dari internal Pelindo III Group dan masyarakat umum mendaftarkan diri untuk melakukan donor plasma konvalesen. Dalam pelaksanaanya, Pelindo III berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Surabaya.

Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto mengatakan kegiatan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh Pelindo III merupakan upaya perusahaan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat yang tengah berjuang melawan infeksi virus di tubuhnya. Selain itu, donor plasma konvaselen disebut sebagai bentuk pelaksanaan amanah yang diemban Pelindo III sebagai BUMN untuk menunjukkan loyalitasnya kepada negara. Kegiatan donor plasma konvaselen yang digelar Pelindo III dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kegiatan ini juga sebagai bagian dari menyemarakkan Bulan K3 Nasional. Beberapa kegiatan lain juga kami selenggarakan seperti donor darah, sosialisasi protokol kesehatan Covid-19, dan tentunya kampanye mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” kata Edi saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Kamis (21/01).

Lebih lanjut Edi menyebut sebanyak 221 orang penyintas Covid-19 yang mendaftar donor plasma konvalesen terdiri dari 78 orang karyawan Pelindo III Group dan 172 berasal dari masyarakat umum. Keterlibatan masyarakat menunjukkan hubungan yang harmonis dan menunjukkan semangat bersama yang dibangun untuk mendukung pemerintah dalam penanganan wabah Covid-19 di Indonesia. Sebelumnya, Pelindo III juga pernah melakukan kegiatan donor plasma konvalesen pada November 2020 lalu.

“Apresiasi yang tinggi kami sampaikan kepada para karyawan dan masyarakat yang mengikuti kegiatan donor plasma konvalesen dengan harapan apa yang kita lakukan hari ini dapat menyelamatkan saudara-saudara kita yang saat ini tengah berjuang untuk sembuh dari Covid-19,” lanjutnya.

Kepala PMI UDD Kota Surabaya dr. Budi Arifah menyebut pihaknya setiap hari menerima sedikitnya 75 permintaan plasma konvalesen. Permintaan yang tinggi tersebut tidak sebanding dengan jumlah plasma yang dapat dikumpulkan dari sejumlah penyintas Covid-19 yang berinisiatif melakukan donor plasma. Hal itu tak lepas dari sejumlah persyaratan yang ditentukan dan harus dipenuhi oleh para calon pendonor.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi selain pernah terkonfirmas positif Covid-19 adalah bebas keluhan minimal 14-28 hari, berusia 17-60 tahun dengan berat badan lebih dari 55 kg, dan memiliki kadar antibodi dan total liter antibodi igG spesifik Covid-19.

“Sejak bulan Juli 2020 hingga hari ini PMI UDD Kota Surabaya baru mengumpulkan sebanyak 3.000 kantong plasma konvalesen. Ini menunjukkan bahwa jumlah plasma tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Untuk itu kami menghimbau kepada para penyintas untuk dapat melakukan donor plasma karena sangat dibutuhkan bagi para penderita Covid-19 utamanya mereka yang bergejala sedang hingga berat,” jelasnya

Sementara itu, Listiyo Ariftianto salah satu penyintas Covid-19 yang merupakan karyawan Pelindo III mengatakan dirinya terketuk mengikuti donor plasma konvalesen untuk membantu sesama. Dirinya menyebut sebagai mantan penderita Covid-19 sudah merasakan rasanya terinfeksi virus tersebut. Untuk itu dengan plasma yang ia donorkan diharapkan dapat menambah rasio kesembuhan mereka yang saat ini sedang terinfeksi Covid-19.

“Semoga plasma konvalesen yang saya donorkan dapat membantu dan memberikan manfaat bagi sesama dan semoga pandemi ini segera dapat diatasi,”katanya.

Selama pandemi Covid-19 Pelindo III telah memberikan sejumlah bantuan untuk mendukung pemerintah. Bantuan yang pernah diberikan mulai dari alat pelindung diri bagi tenaga kesehatan hingga bantuan mobil ambulance yang dilengkapi dengan sejumlah peralatan untuk penanganan pasien Covid-19.(YB/hum)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Ekbis

Potong Sapi di RPH Krian Tarifnya Lebih Murah, Higienis Dan Halal

Published

on

Sidoarjo, DOBRAKNEWS.com – Rumah Potong Hewan (RPH) Krian milik pemerintah kabupaten Sidoarjo sudah mulai beroperasi. Harganya pun sangat murah, harga satu Sapi dipatok Rp. 400.000.

Harga tersebut sudah termasuk pengepakan daging, kepala dan kulitnya. Selain harganya yang dijamin murah dari pasaran, pemkab Sidoarjo juga menjamin dagingnya higienis/bersih karena menggunakan sistem pemotongan modern.

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) mengatakan bahwa prosesnya sesuai syari’at Islam, “sehingga ke halalannya dijamin”. Kamis (4/3/2021), saat meninjau langsung proses pemotongan sapi di RPH Krian.

Harga pemotongan sapi diluar harga paling rendah rata-rata Rp.700.000 – Rp. 800.000 per ekornya. Ada yang menentukan tarif perkilo mulai dari Rp.2000 – Rp. 3.500. sedangkan di RPH Krian sudah dipatok harga tetap Rp. 400.000,- tiap ekornya.

Dengan harga yang kompetitif ini usaha penjualan daging sapi diharapkan mengalami kenaikan. RPH Krian memiliki kapasitas bisa memotong 100 ekor sapi dalam sehari.

“Saya kira arah utaman RPH ini kenapa harus dimodernisasi karena kami ingin memastikan daging yang diterima dan beredar yang di Sidoarjo ini harus daging yang aman, nyaman, utuh dan yang terpenting halal,” ujar Gus Muhdlor.

Gus Muhdlor menjamin pemerintah hadir dan mengawal peredaran daging yang dijamin kehalalannya dan daging yang bersih serta aman dikonsumsi masyarakat.

“Semoga adanya RPH ini daging yang diterima masyarakat Sidoarjo, pertama bersih kemudian tidak ada penyakit-penyakit dan sebagainya, ini penting. Hampir seluruh masyarakat Sidoarjo ini adalah mayoritas Islam, pemerintah wajib memastikan bahwa daging yang beredar dijamin ke halalan nya”, katanya.

Jagal dibiarkan berjalan, karena Gus Muhdlor yakin masyarakat akan memilih jasa RPH karena dijamin kebersihannya, kehalalannya dan harganya murah.

“Dan yang terpenting hari ini kita meminimalisir adanya sapi-sapi gelonggongan itu, karena terkadang orang beli daging satu kilo tapi ternyata sebenarnya itu sapi gelonggogan akan lebih banyak kandungan airnya”, pungkasnya. (Hum/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

Bambang Haryo Soekartono Tantang Lakukan Audit Kapal Eksekutif

Ragukan ASDP

Published

on

Bambang-Haryo
Bambang Haryo. (foto: Dokumentasi pribadi Bambang Haryo)

SURABAYA,DOBRAKNEWS.COM – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) ditantang untuk melakukan uji coba dan audit semua kapal eksekutif di lintasan Merak-Bakauheni dengan melibatkan para pemangku kepentingan terkait. Pasalnya, Bambang Haryo Soekartono atau yang akrab disapa BHS memandang “ada perlakuan istimewa” dalam penempatan armada kapal-kapal milik BUMN itu berada di dermaga eksekutif.

BHS yang merupakan pemerhati dan praktisi transportasi laut, yang juga Ketua Dewan Pembina DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) dan Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jawa Timur mengatakan, uji coba dan audit kapal eksekutif itu guna memastikan apakah armada ASDP tersebut benar-benar laik dan memenuhi standar sehingga layak ditempatkan di dermaga 6 (eksekutif) dengan tarif lebih tinggi dari kapal ekonomi.

“Kita tantang ASDP untuk uji coba atau audit semua kapal eksekutif dengan melibatkan Kemenhub, Badan Klasifikasi Indonesia, Gapasdap, MTI, YLKI, dan unsur-unsur independen lain,” tegas BHS, mengulangi kembali seperti yang telah dinyatakan beberapa hari lalu, Senin (1/3/2021) melansir laman berita titikomapost.com

BHS menilai kapal-kapal ASDP sebenarnya tidak layak melayani dermaga eksekutif karena di bawah standar teknis yang seharusnya, baik dari sisi ukuran, kecepatan, maupun kenyamanan. Data menunjukkan ukuran kapal-kapal di dermaga eksekutif saat ini mayoritas panjang 110 meter, bahkan ada yang cuma 80-an meter, akibatnya karena kecilnya kapal sebagian kendaraan harus parkir di tempat terbuka sehingga kepanasan atau kehujanan, dan terkena air laut.

“Untuk menjamin kapasitas angkut, kapal di sana seharusnya panjang 130 meter ke atas atau sesuai ukuran kade dermaga yang disiapkan yakni 150-200 meter,” katanya

Dari sisi kecepatan, lanjut Bambang Haryo, kapal eksekutif harus mampu melaju di atas 15 knot. Kenyataannya, kapal-kapal yang diklaim eksekutif itu rata-rata jauh di bawah 15 knot sehingga waktu tempuh lintasan sejauh 15 mil itu melebihi standar 1 jam, bahkan ada yang mencapai 2 jam karena kecepatannya kurang dari 10 knot.

Dalam hal kenyamanan, tuturnya, fasilitas kapal eksekutif juga harus lengkap, misalnya tersedia lift atau eskalator, panggung musik, reclining seat, tempat tidur lesehan, dan fasilitas VIP lainnya.

“Kalau terminalnya dilengkapi eskalator atau lift, kapalnya juga harus ada dong. Di kapal ekonomi saja semua fasilitas itu tersedia, mengapa di kapal eksekutif tidak ada. Kapal-kapal eksekutif harusnya yang terbaik sebab publik membayar tiket lebih mahal,” ungkapnya.

Kapal Pemerintah

Bambang Haryo juga mempertanyakan mengapa kapal-kapal yang dibangun pemerintah dioperasikan oleh ASDP untuk mencari keuntungan komersial di dermaga eksekutif, yakni KMP Legundi, KMP Batu Mandi, dan KMP Sebuku.

“Seharusnya kapal-kapal yang dibangun menggunakan dana APBN itu ditempatkan di lintasan keperintisan atau di dermaga 5 Merak yang kurang diminati swasta. ASDP sebagai BUMN jangan mencari keuntungan saja, tetapi harus menjadi perintis kegiatan usaha yang belum dapat dilaksanakan oleh swasta. Ditjen Perhubungan Darat seharusnya segera memindahkan kapal-kapal itu dari dermaga eksekutif,” ujarnya.

Dia juga mendesak Ditjen Hubdat menarik dua kapal ASDP lain dari dermaga eksekutif karena dinilai kurang layak. Kapal-kapal itu yakni KMP Portlink III yang pernah rusak selama 1 tahun dan saat ini pun sudah tidak beroperasi 1 bulan karena rusak lagi, serta KMP Jatra III yang ukurannya kecil dengan panjang hanya 89 meter.

Berdasarkan data AIS (Automatic Identification System) di Ditjen Hubdat yang mengatur trafik kapal, ungkap Bambang Haryo, kecepatan KMP Jatra III dan KMP Portlink hanya sekitar 12 knot, bahkan kurang.

bakahunie

Tampak dermaga eksekutif Bakauheni. (Ist)

Anggota DPR RI periode 2014-2019 yang pernah menjadi anggota Badan Anggaran DPR RI ini menegaskan, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan terbaik karena dermaga eksekutif dibangun menggunakan APBN dan Penyertaan Modal Negara (PMN).

Sayangnya, Bambang Haryo menilai pemanfaatan dermaga eksekutif selama ini tidak maksimal, terbukti dari jumlah penumpang yang masuk ke dalam terminal sangat sedikit sehingga banyak tenant tidak beroperasi alias tutup.

“Kalau terminal eksekutif eksisting saja tidak berfungsi maksimal, mengapa bangun lagi terminal eksekutif baru yang diperkirakan butuh investasi lebih dari Rp500 miliar itu. Ini jelas-jelas pemborosan anggaran,” katanya.

Menurut dia, biaya pembangunan terminal eksekutif itu terlalu mahal, sebab pengalamannya membangun mall 4 lantai—yang lebih besar dari terminal eksekutif, ditambah hotel internasional 10 lantai miliknya sendiri hanya menelan investasi kurang dari Rp300 miliar.

“Kita harap KPK hadir mengevaluasi proyek terminal eksekutif yang berpotensi mubazir dan merugikan negara itu,” tegasnya.

Dia yakin Presiden Jokowi akan marah besar jika mengetahui persoalan dermaga eksekutif ini.

“Presiden pasti mengharapkan masyarakat mendapat pelayanan terbaik dari pembangunan dermaga khusus itu, bukan untuk keuntungan ASDP semata,” ucap politisi sekaligus Dewan Pakar Partai Gerindra ini.

BHS mengharapkan Presiden memerintahkan Menteri Perhubungan segera mengoreksi dominasi ASDP dan penempatan kapal di bawah spek yang merugikan rakyat. Menurut dia, dominasi ASDP selama ini membuat BUMN itu terjerumus ke dalam praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.

Selain itu, BHS melihat, ada ketidaklaziman peran ASDP sebab selain menjadi fasilitor yakni pengelola pelabuhan, BUMN itu juga mengelola kapal, bahkan bertindak sebagai regulator karena mengatur izin dan jadwal kapal.

“Hal ini tidak kita temui di moda transportasi lain, dimana fungsi fasilitator, operator, dan regulator sudah dilakukan oleh lembaga atau korporasi terpisah. Misalnya di transportasi laut, operator kapalnya adalah Pelni, fasilitator pengelola pelabuhan Pelindo, dan regulatornya KSOP. Penguasaan ASDP itu mengakibatkan power-nya melebihi pemerintah,” pungkas BHS. (RG/red/tkp)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

Peduli Longsor Nganjuk, Pelindo III Kirim 1000 Paket Bantuan

Published

on

Surabaya, Dobraknews.com – Sebanyak 1000 bantuan paket sembako diberikan oleh PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III kepada masyarakat terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Kabupaten Ngajuk, Jawa Timur

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memberikan bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

Bantuan Pelindo III diserahkan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk untuk selanjutnya dapat didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

Edi Priyanto selaku Direktur SDM Pelindo III mengatakan bantuan yang diberikan Pelindo III merupakan wujud kehadiran perusahaan bagi masyarakat.

Menurutnya, sebagai perusahaan plat merah, Pelindo III mengemban amanah pemerintah sebagai agen pembangunan termasuk mengenai hal yang menyangkut sosial kemasyarakatan.

“Kami turut prihatin atas apa yang menimpa saudara kita di Kabupaten Nganjuk, semoga keadaan cepat pulih dan membaik sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti sedia kala,” kata Edi di posko bantuan tanah longsor, Nganjuk, Kamis (18/02).

Edi menjelaskan bahwa pemberian bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana menjadi kewajiban perusahaan.

Terlebih Kabupaten Nganjuk berada di wilayah Provinsi Jawa Timur yang merupakan wilayah kerja Pelindo III.

Sebelumnya, Pelindo III juga berturut-turut memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak banjir di Kalimantan Selatan.

“Bantuan yang kami berikan semoga dapat membantu masyarakat melewati bencana dan kepada masyarakat terdampak tetap diberikan kesehatan dan kekuatan,” tambahnya.

Sementara itu Kasi Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk Lilik mengatakan pihaknya akan mendistribusikan bantuan dari Pelindo III kepada masyarakat sesuai area terdampak.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan dukungan logistik untuk kebutuhan sehari-hari khusus bahan makanan. Bantuan menurut rencana akan didistribusikan bagi para korban banjir maupun tanah longsor.

“Saat ini para korban bencana di Kabupaten Nganjuk masih dalam proses pemulihan pasca bencana seperti pembersihan rumah dan sebagainya sehingga mereka belum dapat beraktivitas seperti biasa,” kata Lilik.

Sebelumnya Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dilanda sejumlah bencana dalam waktu hampir bersamaan. Bencana banjir setinggi 1 hingga 2 meter yang melanda 3 kecamatan meliputi Kecamatan Ngajuk, Berbek, Loceret  dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Selopuro.

Bencana alam tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Nganjuk dan sekitarnya.

Bahkan kejadian tanah longsor mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan 6 lainnya masih belum ditemukan. Tanah longsor tersebut membuat sedikitnya 156 jiwa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.(JB/s8/sab/eps)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

PT Pelindo III Tuai Apresiasi

Dukung Donor Plasma Konvalesen

Published

on

Surabaya | Dobraknews.com – PT Pelindo III Tuai Apresiasi dari pemerintah, karena mendukung Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia Muhadjir Effendy dalam kunjungan kerja ke Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Donor Darah (UDD) Kota Surabaya, Selasa (16/02).

Disampaikan Muhadjir donor plasma konvalensen merupakan salah satu upaya alternatif yang saat ini sedang dilakukan pemerintah dalam menekan pandemi selain melalui vaksin. “Kami berterimakasih pada semua pihak yang turut mendukung melalui penyelenggaraan kegiatan donor plasma konvalesen,” katanya, Selasa(16/02)

Pada kesempatan itu, PMI UDD Kota Surabaya memberikan piagam penghargaan kepada sedikitnya 10 pihak yang mendukung kegiatan donor plasma konvalesen.

Penyerahan penghargaan salah satunya diberikan kepada Pelindo III dihadapan Menko PMK Muhadjir Effendi dan Menteri Sosial (Mensos) Republik Indonesia Tri Rismaharini.

Pelindo III disebut sebagai pihak yang menginisiasi pelaksanaan donor plasma konvalesen di Surabaya hingga mengumpulkan sedikitnya 369 kantong.

Sementara itu, Direktur SDM Pelindo III Edi Priyanto menyebut penghargaan yang diterima oleh Pelindo III sebagai buah dari loyalitas Pelindo III sebagai entitas BUMN.

Menurutnya, sebagai perusahaan plat merah Pelindo III memiliki kewajiban untuk turut menyukseskan Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang diinisiasi oleh pemerintah.

Edi menambahkan donor plasma konvalesen yang dilakukan oleh Pelindo III dapat terlaksana berkat hubungan yang harmonis dengan para penyintas yang berasal dari pegawai Pelindo III Group dan masyarakat umum.

“Kegiatan donor plasma konvalesen sekaligus sebagai edukasi kepada para penyintas bahwa plasma konvalesen sebagai salah satu upaya memberikan pertolongan bagi para pasien Covid-19 kategori sedang dan berat, karena terapi plasma konvalesen sebagai alternatif dalam upaya penyembuhan Covid-19,” jelas Edi.

Masih kata Edi, kegiatan donor plasma konvalesen dan donor darah yang diinisisi oleh Pelindo III mampu mengumpulkan sedikitnya 324 kantong plasma 304 kantong darah.

Kegiatan yang melibatkan kolaborasi pegawai dan masyarakat umum tersebut dilakukan Pelindo III pada tanggal 21 dan 22 Januari 2021 sebagai bagian dari peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional.

Kegiatan tersebut merupakan donor plasma kedua yang diadakan Pelindo III setelah sebelumnya pada Desember 2020 berhasil mengumpulkan 45 kantong plasma.

Pada kesempatan yang sama Kepala UDD PMI Kota Surabaya Budi Arifah mengatakan kebutuhan plasma konvalesen saat ini cukup besar khususnya di wilayah Surabaya.

Hal itu terjadi karena pihaknya tidak hanya melayani permintaan plasma dari luar Kota Surabaya.

Menurut Budi, PMI UDD Kota Surabaya setiap hari menerima permintaan sedikitnya 75 kantong plasma dengan jumlah persediaan yang terbatas.

“Kami terus mendorong partisipasi masyarakat khususnya para penyintas Covid-19 untuk berkenan melakukan donor plasma sebagai upaya dalam membantu sesama. Saat ini jumlah persediaan tidak sebanding dengan permintaan,” tutupnya.(Suf/Hum)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Ekbis

PT TPS Berikan Bantuan Korban Banjir Jombang

Bagian Kepedulian PT Terminal Peti kemas Surabaya

Published

on

Tim PT TPS (foto:ist)

JOMBANG, DOBRAKNEWS.COM – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kabupaten Jombang sejak pekan lalu akibat meluapnya sungai Konto dan Gude masih dirasakan warga hingga saat ini. Ratusan rumah terendam banjir hingga warga harus mengungsi ke beberapa titik yang lebih tinggi.

Sebagai bagian dari kepedulian dan simpati Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan salah satu anak usaha dari Pelindo III, beberapa relawan dari TPS hadir pada Kamis (11/2), memberikan bantuan berupa alas tidur, selimut, perlengkapan mandi dan obat-obatan. Berdasarkan pantauan tim yang menyalurkan langsung bantuan, banjir masih dirasakan warga, sehingga tenda-tenda pengungsian masih penuh dikarenakan rumah warga yang masih tergenang banjir.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua RT 2 RW 11 Desa Kedung Mulyo Dusun Kedung Gabus, Kabupaten Jombang, Solik yang menyampaikan bahwa saat ini ada sekitar 30 Kepala keluarga dari daerahnya yang terimbas banjir, kerugian tentu banyak, mulai dari kerusakan rumah, sawah, sampai dengan hewan-hewan ternak seperti anak sapi, kambing, ayam bahkan lele yang siap panenpun harus mereka relakan, sehingga bantuan-bantuan ini sangat berarti bagi kami.

Pada kesempatan tersebut, Solik juga membagikan kisah pilunya bersama warga kepada tim TPS bahwa pada Kamis (4/2) pukul 22.00 warga sudah siaga. Warga sudah mencoba membuat bendungan dengan tumpukan kantong pasir, tetapi kondisi sudah tidak memungkinkan untuk bertahan, sehingga satu jam kemudian tanggul jebol. Dalam waktu 2 jam air sudah naik diketinggian hampir 2 meter, sehingga warga terpaksa dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi.

“Terima kasih TPS, karena sudah peduli dengan kondisi kami di sini, bahkan sudah mengunjungi kami langsung di sini di tengah banjir”, imbuh Solik.

Tim TPS di lokasi banjir

Tim TPS di lokasi banjir

Corporate Communication TPS, Retno Utami yang juga turun langsung ke tempat bencana bersama tim TPS, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) kami, dengan harapan semoga bantuan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir.

“Semoga kondisi segera pulih, sehingga warga bisa segera kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti sedia kala”, imbuh Retno

Norman, salah satu warga juga mengatakan bahwa banjir itu berlangsung sangat cepat, sehingga mereka tidak sempat menyelamatkan barang berharganya. Pada saat di tempat pengungsian mereka hanya tidur beralaskan tikar seadanya, sekarang mereka bersyukur dapat matras dan selimut, paling tidak punggung terasa lebih nyaman saat tidur.

“Ga tau mas, gimana nasib rumah saya sekarang, sawah-sawah juga sudah kena banjir, semoga segera surut sehingga kami bisa kembali ke rumah”, ungkap Norman.(hum/Suf)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Continue Reading

Trending

error: Konten dilindungi !!