Categories: Hukrim

Polda Jatim Ringkus Mucikari Online

SURABAYA | DOBRAKNEWS.COM – Subdit V Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Derah (Polda) Jawa Timur (Jatim) meringkus seorang muncikari yang menjajakan wanita melalui media sosial (Medsos) aplikasi pesan daring Mi Chat dengan nama akun Puput. Tersangka berinisial AP (22). Dia disergap di rumahnya Dusun Tambakrejo, Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo. Kamis (21/01/2021).

Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Replik didampingi,Kasubdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Wildan dan Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi dalam jumpa persnya mengatakan, kasus prostitusi ini terbongkar bermula dari informasi yang menyebut adanya praktik prostitusi di salah satu hotel di Kota Surabaya. Selanjutnya, pihaknya menginstruksikan anggotanya untuk melakukan penyelidikan.

“Petugas Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan analisa dan penyelidikan keberadaan terduga pemilik akun yang mengunggah konten tersebut,” kata Gatot. Selasa,(26/1/2021) melansir laman berita SIGAP88.COM

Sementara, Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi menambahkan kasus prostitusi anak dibawah umur tersebut terbongkar berkat siber patrol anak buahnya. Tim menemukan praktik prostitusi online yang dijalankan AP, menggunakan sebuah akun Facebook ‘Angga Gepeng’

Dari situlah polisi berhasil mengamankan Barang bukti KTP atas nama AP, 1 unit HP merek Azus, tipe Z012DB warna hitam, IMEI 1: 357061070490082, IMEI 2: 357061070490090 simcard XL 087758219xxx, 1 unit HP merek Xiomi model Redmi note 9 warna hitam IMEI 1: 863883050390967 IMEI 2 863883050390975 simcard 1 XL 083848739xxx dan Sim card 2 simpati 082120173xxx

Dalam aksinya, lanjut Zulham, tersangka menawarkan para wanita yang rata-rata masih di bawah umur melalui Facebook dengan grup “Cewek Include Surabaya Sidoarjo” dan Whatsapp dengan nama grup “Beragam Kreasi Jatim” dan MiChat dengan nama Puput. Tersangka mencantumkan nomor HP yang bisa dihubungi oleh para pria hidung belang.

“Selanjutnya, para pria atau customer tersebut bisa negosiasi terkait harga dan lokasi melalui kontak tersangka. Untuk tarif, tersangka mematok harga bervariasi antara Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta tergantung wanita dan tempat atau hotel,” terang Zulham.

Sementara itu, di hadapan penyidik tersangka yang masih berstatus mahasiswa ini dari setiap transaksi memperoleh komisi 20 persen dari nominal transaksi.

“Saya ambil 20 persen Pak. Kalau Rp 2 juta ya dapat Rp 400 ribu. Untuk sisa dan pembayaran hotel saya serahkan ke korban,” akunya (SIGAP88/red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Leave a Comment

Recent Posts

Kirim Surat ke Jokowi, Kapolri Ingin Tarik 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK jadi ASN di Bareskrim

Jakarta, Dobraknews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara mengenai isu ditariknya 56 pegawai… Read More

10 jam lalu

Polsek Semampir Laksanakan Operasi Penertiban Masker di Jalan Wonokusumo

Surabaya, Dobraknews.com - Polsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan operasi penertiban masker, Selasa, 28… Read More

10 jam lalu

Mulai Hari Ini, Masuk Polda Jatim dan Jajaran Wajib Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi

Surabaya, Dobraknews.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur(Jatim) memberlakukan scan QR code aplikasi PeduliLindungi kepada… Read More

12 jam lalu

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 3,9 kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Jaringan Internasional Via Jalur Laut

Surabaya, Dobraknews.com - Direktorat Reserse Narkoba(Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah/ Polda Jatim berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis… Read More

2 hari lalu

Polresta Sidoarjo Masifkan Layanan Vaksinasi Keliling

Sidoarjo, Dobraknews.com - Polresta Sidoarjo terus memasifkan vaksinasi menyasar perbelanjaan atau mal dan masyarakat sekitar… Read More

2 hari lalu

Ketua DPD RI Minta Pemerintah Lindungi Hak dan Profesi Guru PAUD

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta kepada pemerintah untuk melindungi hak dan profesi… Read More

4 hari lalu