Polisi Gadungan di Tulungagung Dibekuk

265

Tulungagung, DOBRAKNEWS.COM – Lakukan penipuan dengan modus menyaru polisi, Adam Wijaya dibekuk anggota Polsek Rejotangan, Polres Tulungagung

Pria 24 tahun asal Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Lumajang ini berhasil membawa kabur tiga ponsel dan uang Rp 200.000. milik korban yang masih ABG(Anak Baru Gede)

Berawal pelaku menghentikan rombongan remaja yang pulang dari warung kopi di Desa Tugu, Kecamatan Rejotangan pada Minggu (7/3/2021) pukul 03.00 WIB.

Layaknya polisi sungguhan, pelaku mengenakan masker TNI/Polri dan membawa pistol mainan.

Kemudian pelaku menilang ASY (17) yang tidak mengenakan masker dan helm.

“Karena ketakutan, korban menawarkan uang damai. Lalu tersangka mengajak korban dan kawan-kawannya ke Jalan Raya Desa Panjerejo, Kecamatan Rejotangan,” terang Aiptu Bilal Achmar, Kanitreskrim Polsek Rejotangan kepada dobraknews.com,Kamis 11 Maret 2021

Sesampai di Panjerejo, Adam melihat sejumlah remaja yang melakukan balap liar.

Pelaku pun membubarkan balap liar itu. Bahkan dia menangkap pelaku balap liar berinisial MRP dan SPH untuk ditilang.

“Kemudian dua korban terakhir ini dijadikan satu dengan korban sebelumnya, ASY dan kawan-kawan,” sambung Bilal.

Lalu pelaku menyita ponsel para remaja ini dengan alasan akan diperiksa. Dia pun minta uang damai sebesar Rp 100.000 per orang. Mereka yang membayar Rp 100.000, ponselnya akan langsung dikembalikan.

“Mereka yang tidak bisa membayar uang damai, maka ponselnya disita untuk jaminan,” ungkap Bilal.

Namun tiga korban, ASY, MRP dan SPH tidak membawa uang untuk membayar denda yang ditetapkan pelaku

ASY menyerahkan Ponsel Poco M3, MRP menyerahkan ponsel Vivo Y30 dan SPH menyerahkan ponsel Realmi 5 Pro. Mereka kemudian disuruh pulang mengambil uang damai, sementara ponsel mereka dibawa oleh pelaku

Untuk meyakinkan tiga korbannya, pelaku meminta teman ASY yang berinisial MWN untuk tetap bersamanya.

Namun setelah tiga korban itu pulang mengambil uang damai, pelaku pamit kepada MWN dengan alasan akan membubarkan balap liar lagi.

“Tersangka kemudian kabur dengan membawa tiga ponsel milik para korban. Dia tidak pernah kembali ke tempat semula,” tutur Bilal.

ASY, MRP dan SPH kembali ke tempat semula sambil membawa uang damai. Namun pelaku tidak pernah muncul dan mengembalikan ponsel mereka. ASY kemudian melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Rejotangan.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi akhirnya bisa mengidentifikasi pelaku dan melacaknya hingga di Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar.

Personel Polsek Rejotangan berhasil menangkap pelaku enam jam setelah kejadian, di sebuah rumah kos.

“Dia mengaku sudah enam kali melakukan aksi tipu-tipu dengan mengaku sebagai polisi. Lima kejadian sebelumnya dilakukan di Blitar,” papar Bilal.

Setiap kali beraksi, pelaku berlagak menjadi seorang polisi yang menegakkan protokol kesehatan. Kini pelaku dalam penahanan Polsek Rejotangan dan masih menjalani proses hukum.

Penyidik mendalami pengakuan pelaku, untuk mengungkap kemungkinan ia melakukan kejahatan di tempat lain.

Polisi berhasil menyita tiga ponsel milik para korban. Selain itu polisi juga menyita sepeda motor Honda Beat Stret warna hitam AG 6827 QC yang dipakai pelaku melakukan kejahatannya.(JB/Dob)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE