Categories: Hukrim

Polrestabes Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lintas Pulau

SURABAYA, DOBRAKNEWS.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu yang hendak masuk ke Surabaya. Sabu-sabu yang diketahui berasal dari Medan itu dibawa oleh para kurir sabu lintas pulau.

Menariknya, untuk mengelabuhi petugas, 8,3 Kilogram sabu tersebut dikemas dalam bungkus teh china dan disembunyikan dalam tumpukan durian.

Suasana tegang saat petugas Unit I Satresnarkoba Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan terhadap para kurir sabu-sabu lintas pulau, di kawasan SPBU Sengeti, Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Para kurir barang haram tersebut tak berkutik saat petugas menggeledah dan menemukan sekitar 8,3 kilogram sabu-sabu, yang disembunyikan dalam tumpukan durian yang disimpan di jok belakang mobil minibus para pelaku

Terkuanya kasus ini berawal dari mengamankan pengedar bernama Jois Sandi (30), warga Jatisari Sidoarjo. Dari tangan Jois, petugas mengamankan satu bungkus sabu seberat 48, 98 gram. Kemudian, dikembangkan hingga akhirnya berhasil menangkap pengedar lainnya bernama Zanuar (18), warga Sambisari Surabaya dengan barang bukti sabu 59, 5 gram.

Tak berhenti di sana, petugas kemudian melakukan pengembangan lebih dalam terkait asal usul barang yang didapat keduanya, yang ternyata berasal dari seorang bandar di Sumatera.

Keduanya bahkan mengatakan pada petugas, sabu-sabu yang mereka edarkan biasa diantar oleh tiga orang kurir. Mereka adalah Ariyansa (25), warga Sedayu Gresik, Holil (42), warga Kroman Gresik dan Dedi Irawan (31), warga Sedayu Gresik.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan, ketiganya ditangkap di sebuah SPBU di Jambi setelah mengambil barang haram di Medan untuk dibawa lewat jalur darat ke Jawa Timur.

Dari hasil interogasi, ketiga kurir sabu yang diamankan yaitu Ariyansa, Holil dan Dedi mengaku sudah dua kali mengambil sabu-sabu dari seorang bandar di Medan. Sekali mengantarkan sabu, mereka mendapat upah sebesar Rp10 hingga Rp20 juta.

Untuk upah, para tersangka mendapat upah Rp 10 juta untuk 1 kg sabu yang berhasil diedarkan.

Dari ungkap kasus ini polisi mengamankan sabu seberat 8 kilogram, dua unit mobil, dua kartu ATM, lima buah handphone android.

Para tersangka terancam dijerat Pasal 115 Jo 132 dan Pasal 114 Jo 132 dan Pasal 112 Jo 132 UU no. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Leave a Comment

Recent Posts

Kirim Surat ke Jokowi, Kapolri Ingin Tarik 56 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK jadi ASN di Bareskrim

Jakarta, Dobraknews.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara mengenai isu ditariknya 56 pegawai… Read More

8 jam lalu

Polsek Semampir Laksanakan Operasi Penertiban Masker di Jalan Wonokusumo

Surabaya, Dobraknews.com - Polsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak melaksanakan operasi penertiban masker, Selasa, 28… Read More

8 jam lalu

Mulai Hari Ini, Masuk Polda Jatim dan Jajaran Wajib Scan Barcode Aplikasi PeduliLindungi

Surabaya, Dobraknews.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur(Jatim) memberlakukan scan QR code aplikasi PeduliLindungi kepada… Read More

10 jam lalu

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 3,9 kg Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi Jaringan Internasional Via Jalur Laut

Surabaya, Dobraknews.com - Direktorat Reserse Narkoba(Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah/ Polda Jatim berhasil mengungkap penyelundupan narkoba jenis… Read More

2 hari lalu

Polresta Sidoarjo Masifkan Layanan Vaksinasi Keliling

Sidoarjo, Dobraknews.com - Polresta Sidoarjo terus memasifkan vaksinasi menyasar perbelanjaan atau mal dan masyarakat sekitar… Read More

2 hari lalu

Ketua DPD RI Minta Pemerintah Lindungi Hak dan Profesi Guru PAUD

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, meminta kepada pemerintah untuk melindungi hak dan profesi… Read More

4 hari lalu