Vaksinasi di Jateng Telah Mencapai 60 Persen

oleh -80 views

SEMARANG, DOBRAKNEWS.COM – Dalam rapat penanganan COVID-19 di Kantor Gubernur Semarang, Jawa Tengah, pada hari Senin (1/11), Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyampaikan pihaknya masih terus bergerak melakukan percepatan vaksinasi.

Selain itu juga Gubernur Ganjar mengingatkan masyarakat agar tetap mengenakan masker dan mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, di seluruh tempat publik hendaknya ketaatan protokol kesehatan tetap diperhatikan. Perangkat daerah tetap berjalan seperti Satpol PP melakukan edukasi, Pemerintah Provinsi Jateng juga meminta bantuan TNI-Polri agar tetap mengingatkan terus-menerus sambil vaksinnya ditingkatkan.

Sedangkan untuk sebaran kasus baru COVID-19 di Jateng terus mengalami penurunan dan kondisinya menunjukkan hasil positif. Hingga pekan ke-43, atau sampai 31 Oktober 2021, ada 19 daerah yang mencatatkan nol kasus penularan.

Dinas Kesehaten (Dinkes) Jateng mencatat persentase jumlah warga yang telah menjalani vaksin telah mencapai 60 persen dan ini menunjukan hal yang bagus, demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo

“Sudah 60 persen lebih. Ini sudah bagus sekali. Bisa 60 persen lebih,” kata Yulianto yang dikutip laman Jatengprov, Senin (1/11).

Dijelaskan oleh Yulianto, meski pencapaian vaksin menunjukkan hal yang bagus, namun masih ditemukan adanya kabupaten yang masih di bawah 40 persen vaksinasinya, dengan jumlah disparitas atau perbedaan yang masih tinggi. Daerah tersebut antara lain Batang, Jepara, Kabupaten Magelang, Kebumen, Pati, Purbalingga, Wonosobo, Pemalang, Brebes, Grobogan, Pekalongan, Banjarnegara, dan Kabupaten Tegal.

Yulianto menambahkan ada beberapa kendala yang dihadapi untuk daerah yang masih dibawah 50 persen antara lain terbatasnya jumlah vaksinator, sasarannya masih sulit diajak vaksinasi, dan jumlah faskes yang melayani vaksinasi. Untuk itu Yulianto meminta komitmen dari pemerintah daerah untuk terus mendorong warganya, mengingat masih ada tempat dengan kesadaran vaksinasi yang masih rendah.

Untuk itu beberapa strategi dilakukan seperti jemput bola secara simultan bersama, seperti yang dilakukan pemerintah kabupaten/ kota, termasuk di puskesmas, sampai tingkat kecamatan. Pelayanan vaksinasi itu akan lebih efektif pada komunitas yang lebih rendah, contohnya, tingkat RW, RT, desa, kelurahan, ungkap Yulianto.(Red)

dobraknews.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE